Cina Evakuasi 3.000 Warganya dari Vietnam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan yang dibangun oleh Cina di Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan. REUTERS / Erik de Castro

    Bangunan yang dibangun oleh Cina di Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan. REUTERS / Erik de Castro

    TEMPO.CO, Ho Chi Minth City - Kala polisi berjaga untuk mencegah meluasnya kerusuhan anti Cina di beberapa kota besar di Vietnam, Cina bergegas mengevakuasi lebih dari 3.000 warganya yang bekerja di negara itu.

    Cina menyewa dua pesawat untuk membawa ribuan warganya keluar dari Vietnam, termasuk mereka yang terluka akibat kerusuhan besar pekan lalu. Mereka diterbangkan ke Chengdu.

    Lima kapal laut juga berlayar keluar dari Vietnam membawa pulang ribuan warga Cina lainnya, seperti dilansir oleh Xinhua. Ratusan warga Cina lainnya menggunakan pesawat komersial meninggalkan Vietnam dan ada yang menyelamatkan diri ke Kamboja. (Baca:Cina Siap Lawan Vietnam di Laut Cina Selatan)

    Pemulangan warga Cina dari Vietnam merupakan peristiwa terbesar yang pernah terjadi. Protes anti Cina berawal setelah perusahaan energi pemerintah Cina, CNOOC, mengerahkan lusinan kapal lautnya membangun kilang minyak senilai US$ 1 miliar di perairan yang menjadi bagian dari sengketa panjang di Laut Cina Selatan antara Cina dengan Vietnam dan beberapa negara lainnya.

    Keputusan Cina ini dianggap sebagai tindakan yang paling provokatif sejak ketegangan kedua negara memperebutkan kawasan itu. (Baca:Demonstran Anti-Cina Bakar 10 Pabrik di Vietnam)

    Aksi protes yang awalnya berlangsung damai pada pekan lalu berubah menjadi aksi kekerasan anti Cina. "Keinginan kami menggelar protes didasari dukungan terhadap pemerintah untuk mengusir kilang minyak itu keluar dari wilayah perairan Vietnam," kata Van Cung, pensiunan tentara berpangkat kolonel yang melakukan protes di depan gedung Kedutaan Cina di Hanoi.

    Sejumlah orang ditangkap dalam aksi kerusuhan anti Cina di Hanoi dan Ho Chi Minh City.
     
    Kerusuhan antara pekerja Vietnam dan Cina di provinsi Ha Tinh telah menewaskan dua orang dan melukai 140 orang. Namun, seorang dokter dan saksi mata menyebutkan angka lebih besar untuk jumlah korban yang tewas, yakni sekitar 13 hingga 21 orang. Kebanyakan yang tewas adalah warga Cina. (Baca:Cina Dituding Berencana Kuasai Laut Cina Selatan)

    Cina menyesalkan terjadinya peristiwa ini. "Kejadian ini telah menghancurkan komunikasi dan kerja sama," kata Hong Lei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Minggu, 18 Mei 2014.
    Kementerian Luar Negeri Cina juga telah mengeluarkan pengumuman agar warga Cina tidak mengunjungi Vietnam.


    REUTERS | USA TODAY | MARIA RITA HASUGIAN


    Terpopuler:
    Milisi Culik 10 Warga Cina di Kamerun

    Afrika Barat Sepakat Perang Melawan Boko Haram

    Apartemen 23 Lantai Roboh, Kim Jong-un Minta Maaf



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.