Cina Berencana Bangun Jalur Kereta Bawah Air ke AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kereta api peluru Cina di depo perawatan di Wuhan, Hubei, (25/12). Dengan kereta peluru ini Beijing-Guangzhou ditempuh dalam waktu 8 jam, sebelumnya memerlukan waktu 22 jam. REUTERS/Stringer

    Sejumlah kereta api peluru Cina di depo perawatan di Wuhan, Hubei, (25/12). Dengan kereta peluru ini Beijing-Guangzhou ditempuh dalam waktu 8 jam, sebelumnya memerlukan waktu 22 jam. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Beijing - Cina berencana membangun jalur kereta yang akan, dalam teori, menghubungkan negara itu dengan Amerika Serikat. Menurut sebuah laporan di Beijing Times, mengutip seorang ahli di Chinese Academy of Engineering, para pejabat Cina sedang mempertimbangkan rute yang akan dimulai di timur laut negara itu.

    Jalur kereta ini akan membentang melalui Siberia timur dan menyeberangi Selat Bering sepanjang 125 mil atau sekitar 201 kilometer ke Alaska, Amerika Serikat. Terowongan bawah air menjadi pilihannya.

    "Saat ini kita sudah dalam diskusi. Rusia telah memikirkan hal ini selama bertahun-tahun," kata Wang Mengshu, pakar konstruksi, seperti dikutip media ini. Jika terwujud, jalur kereta api trans Cina-Rusia-Kanada-Amerika ini akan terbentang sepanjang 8.000 (12.874,8 km), atau 1.800 mil lebih panjang dari kereta Trans-Siberia.

    Namun banyak pihak skeptis rencana ini hanya di atas kertas. China Daily menegaskan negara tidak memiliki teknologi dan sarana untuk menyelesaikan proyek pembangunan skala ini, termasuk terowongan lain yang akan menghubungkan Provinsi Fujian, Cina, dengan Taiwan.

    Rencana kereta menuju AS ini adalah "mimpi" kesekian dari pesatnya pembangunan konstruksi, termasuk rel kereta di Cina. Sebelumnya Cina juga merencanakan sebuah "Jalur Sutera Baru" melalui Asia Tengah yang akan menghubungkan negeri itu dengan Eropa melalui kereta. Sebuah peta yang muncul dalam situs berita Xinhua menguraikan rute ini, di samping visi paralel untuk "Jalur Sutera Laut". 

    WASHINGTON POST | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.