Tim Pencari MH370 Mulai Menyerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot pesawat P-3 Orion Angatan Udara Selandia Baru saat melakukan pencari Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudra Hindia (11/4). AP/Richard Polden, Pool

    Pilot pesawat P-3 Orion Angatan Udara Selandia Baru saat melakukan pencari Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudra Hindia (11/4). AP/Richard Polden, Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim pencari pesawat Malaysia Airlines MH370 dari Angkatan Laut Amerika Serikat akan menghentikan pencarian jika tidak lagi menemukan bukti atau sinyal terbaru. Kapten Angkatan Laut Amerika Serikat Mark Matthews menyatakan tim bisa menyerah jika tak ada tanda-tanda keberadaan kotak hitam pesawat nahas itu.

    "Pasti akan datang waktunya kami melempar handuk putih saat sinyal kotak hitam benar-benar hilang," ujar Matthews seperti dilansir Daily Mail, Sabtu, 12 April 2014.

    Matthews mengatakan sepuluh pesawat dan 14 kapal telah menelusuri area seluas 16 ribu mil persegi di Samudra Indonesia selatan kemarin. Namun, kata dia, tim tak menemukan sinyal kotak hitam tersebut. Dalam beberapa hari ke depan, Matthews dan timnya akan mempersempit daerah pencarian di bawah air.

    Di dalam tim, Matthews bertanggung jawab atas alat pendeteksi sinyal TPL-25, yang dapat mendeteksi sinyal kotak hitam. Begitu pula Bluefin-21, kendaraan bawah air. Kedua alat tersebut berada di bawah komando Ocean Navy Shield Australia.

    Selama beberapa mendatang, Angkatan Laut AS mulai menggunakan Bluefin-21 untuk memetakan sonar sekitar 12 mil persegi dasar laut setiap hari sejak sinyal kelima terdeteksi di sekitar 1.500 kilometer sebelah barat laut Perth, Australia Barat. Sinyal itu ditangkap pada Kamis lalu oleh pesawat Air Force Orion P-3 milik Australia, yang telah menjatuhkan pelampung sonar ke atas lautan.

    AMRI MAHBUB | THE DAILY MAIL

    Berita lain:
    Ini Pola Baru Penggalangan Dana Teroris 
    Green House, Proyek Pribadi Jokowi di Jakarta 
    Mengenal Heartbleed Bug yang Mengancam Internet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.