Jenderal Sisi Tetap Menteri Pertahanan Mesir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita pendukung Panglima Perang Jendral Abdel Fattah al-Sisi, membawa poster  menentang presiden Mohamed Mursi yang digulingkan di Imbaba, Mesir, (14/1). Mesir melakukan referndum konstitusio selama dua hari. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    Sejumlah wanita pendukung Panglima Perang Jendral Abdel Fattah al-Sisi, membawa poster menentang presiden Mohamed Mursi yang digulingkan di Imbaba, Mesir, (14/1). Mesir melakukan referndum konstitusio selama dua hari. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.CO, Kairo - Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdel Fattah el-Sisi akan tetap dipertahankan sebagai Menteri Pertahanan dalam pemerintahan baru. Keterangan tersebut disampaikan seorang sumber kepada kantor berita Reuters, Rabu, 26 Februari 2014. "Dia diharapkan tetap menduduki posnya hingga seluruh isu terkait dengan undang-undang pemilu terpecahkan," kata sumber itu.

    Jenderal Sisi secara luas diharapkan memenangi pemilihan presiden keempat pada pemilu mendatang. Namun dia sendiri hingga kini belum mengumumkan keikutsertaannya dalam pemilu. Untuk menjalankan roda pemerintahan, dia harus mengosongkan posisi Menteri Pertahanan.

    Pemerintahan sementara Mesir yang dibeking tentara mengumumkan pengunduran diri tanpa penjelasan rinci pada Senin, 24 Februari 2014. Perdana Menteri Mesir yang dijabat oleh Ibrahim Mahlab ditunjuk pada keesokan harinya, Selasa, 25 Februari 2014, untuk membentuk pemerintahan yang baru.

    Mahlab juga menunjuk kembali tiga menteri dalam pemerintahannya. Mereka adalah Menteri Dalam Negeri Mohammad Ibrahim, Menteri Perminyakan Sherif Ismail, dan Menteri Perencanaan Ashraf al-Arabi.

    Dalam jumpa pers yang digelar sesaat setelah penunjukannya tersebut, Mahlab mengatakan bahwa dirinya berharap membentuk kabinet baru dalam waktu 3-4 hari.

    Menurut Mahlab, anggota kabinetnya akan diisi oleh para pahlawan suci dalam melayani bangsa Mesir. Ia juga menyatakan bahwa perbaikan keamanan negara akan menjadi prioritas pemerintahannya. "Kami akan bekerja bersama-sama untuk memperbaiki keamanan Mesir serta menumpas terorisme di segala penjuru negeri," ujarnya.

    Mahlab, seorang bekas pejabat di Partai Demokratik Nasional presiden terguling Husni Mubarak, adalah seorang insinyur sipil yang pernah menjadi pemimpin dan CEO Arab Contractors Company, sebuah perusahaan teknik sipil terbesar di Mesir.    

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Berita Lain
    Ketika Sutan Bhatoegana Saling Bantah dengan Rudi
    Bhatoegana Sangkal Terima Duit, Jaksa Akhirnya Putar Rekaman 
    Sutan Bhatoegana Akui Singgung Teman Ibas ke Rudi Rubiandini
    Ibas dan Ani Yudhoyono Selfie di Gunung Padang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.