David: Usman Harun Harus Ditolak Masuk Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa bercengkerama di atas geladak KRI Tanjung Nusanive yang bersandar di Komando Lintas Laut Militer (KOLINLAMIL) Tanjung Priok, Jakarta, Senin (06/08). Para siswa tersebut mengikuti pesantren kilat di atas kapal TNI Angkatan Laut yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah siswa bercengkerama di atas geladak KRI Tanjung Nusanive yang bersandar di Komando Lintas Laut Militer (KOLINLAMIL) Tanjung Priok, Jakarta, Senin (06/08). Para siswa tersebut mengikuti pesantren kilat di atas kapal TNI Angkatan Laut yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Singapura -  Keputusan Indonesia untuk memberi nama kapal perangnya dengan KRI Usman Harun memicu reaksi berkepanjangan. David Boey, mantan bidang koresponden pertahanan Straits Times menulis kolom di Straits Times yang menyarankan agar KRI itu tak dizinkan memasuki perairan Singapura.

    Singapura mengajukan keberatan terhadap Indonesia karena menggunakan nama Usman Harun sebagai nama kapal perangnya. Sebab, Usman dan Harun adalah pelaku pengeboman gedung MacDonald di Singapura pada tahun 1965 saat terjadi Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Keduanya dihukum gantung di Singapura. 

    Saat jenazah dua prajurit Marinir itu dipulangkan, warga Indonesia mengekspresikan kemarahannya dengan menyerang kedutaan Singapura di Jakarta. Pemerintah menganugerahi keduanya dengan gelar pahlawan. Kini namanya diabadikan sebagai nama kapal, yang itu memicu kemarahan Singapura.

    "Kapal perang dengan panjang 90 meter itu tidak boleh diterima di wilayah perairan Singapura, saat penamaan kapal perang itu membuka luka lama dalam kurun waktu era kekerasan dalam hubungan bilateral kita," kata David Boey dalam kolom di Straits Times edisi 8 Februari 2014 .

    Menurut David, Singapura juga harus menandai KRI Usman Harun sebagai salah satu titik perhatian saat kapal itu akan mulai beroperasi akhir tahun ini. Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy-RSN) juga harus menolak, secara sopan, setiap latihan yang melibatkan kapal ini.

    Kapal perang Singapura, kata David, tidak boleh beriringan bersama kapal itu, baik itu untuk transfer atau courtesy call di dek-nya. "RSN harus membuat sikap jelas bahwa kapal dengan plat nama itu tidak akan diterima di pangkalan angkatan laut Singapura, baik sebagai bagian dari latihan perang bersandi Eagle (Elang) atau pertunjukan angkatan laut seperti IMDEX," kata David.

    Ia menyebut langkah ini masih dalam kerangka hak berdaulat sebuah negara, seperti halnya sebuah negara memberi nama kapal perangnya dengan apapun yang mereka inginkan. "Adalah juga hak Singapura untuk menolak kapal perang yang namanya bisa membuka luka lama," kata dia.

    STRTAITS TIMES | ABDUL MANAN | SUNDARI

    Berita Terkait:
    Moeldoko: Penamaan KRI Usman Harun Tradisi TNI AL
    Anggota DPR: Jangan Lembek Hadapi Singapura
    Panas Dingin Hubungan RI-Singapura


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.