Singapura dan Indonesia Perbarui Perjanjian Investasi Bilateral

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing, melakukan pertukaran Instrument of Ratification (IOR) Bilateral Investment Treaty (BIT) RI-Singapura, untuk memperbarui perjanjian investasi Singapura dan Indonesia, 8 Maret 2021.[Kemlu RI via Zoom/Tempo]

    Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing, melakukan pertukaran Instrument of Ratification (IOR) Bilateral Investment Treaty (BIT) RI-Singapura, untuk memperbarui perjanjian investasi Singapura dan Indonesia, 8 Maret 2021.[Kemlu RI via Zoom/Tempo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing, melakukan pertukaran Instrument of Ratification (IOR) Bilateral Investment Treaty (BIT) RI-Singapura, untuk memperbarui perjanjian investasi Singapura dan Indonesia.

    "Indonesia dan Singapura mempunyai komitmen kuat menuju kerja sama ekonomi yang terbuka dan adil," kata Menlu RI Retno Marsudi, dalam acara virtual 9 Maret 2021, yang juga dihadiri Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo, Dubes Singapura untuk RI Anil Kumar Nayar, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia.

    "saya sangat yakin negara kita akan pertempuran melawan Covid-19, termasuk pemulihan ekonomi," kata Retno Marsudi. 

    Pada kesempatan ini Retno Marsudi juga menyampaikan Travel Corridor Arrangement (TCA) antara Singapura dan Indonesia akan jadi penggerak ekonomi dua negara untuk pemulihan pascapandemi.

    ADVERTISEMENT

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi Singapura ke Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2016 sampai 2020 kurang lebih US$ 43,2 miliar (Rp 621,9 triliun).

    "Khusus tahun 2020, Singapura menduduki peringkat pertama realisasi investasi US$ 9,8 miliar (Rp 140,9 triliun), oleh karena itu saya yakin hubungan Singapura dan Indonesia ke depan akan semakin baik dengan perpanjangan perjanjian ini," kata Bahlil Lahadalia.

    Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing, melakukan pertukaran Instrument of Ratification (IOR) Bilateral Investment Treaty (BIT) RI-Singapura, untuk memperbarui perjanjian investasi Singapura dan Indonesia, 8 Maret 2021. Acara virtual ini juga dihadiri Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo, Dubes Singapura untuk RI Anil Kumar Nayar, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia. [Kemlu RI via Zoom/Tempo]

    Sebelumnya Instrument of Ratification (IOR) Bilateral Investment Treaty (BIT) antara RI-Singapura ditandatangani pada 11 Oktober 2018 di Bali.

    "Saya senang setelah dua tahun kerja keras, dua negara telah menyelesaikan proses ratifikasi dan BIT kini terwujud," kata Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing.

    Menteri Chan Chun Sing mengatakan meski pandemi menghambat hubungan Singapura dengan Indonesia, kedua negara memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara di kawasan Asia Tenggara.

    "Singapura sangat senang melanjutkan investasinya yang besar di Indonesia dan bahkan tumbuh untuk tahun-tahun ke depan," kata Chan Chun Sing, menambahkan investasi Singapura di Indonesia 6,5% year-on-year atau US$ 9,8 miliar (Rp 140,9 triliun) pada tahun 2020.

    Indonesia menjadi tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan Singapura, ditandai dengan arus investasi yang terus masuk ke Kendal Industrial Park Jawa Tengah dan Nongsa Digital Park di Kepulauan Riau.

    "Kendal Industrial Park yang dibuka pada 2016 telah membuat kemajuan progresif dengan menciptakan hampir 9.000 pekerjaan dengan nilai investasi $US 1,37 miliar (Rp 19,7 triliun)," kata Chan Chun Sing.

    Baca juga: Investasi dari Singapura Tetap Tinggi Saat Resesi, Apa Sebabnya?

    Chun Sing mengatakan Singapura juga akan mengeksplorasi pembangunan infrastruktur di Kendal, termasuk mengembangkan Pelabuhan Kendal.

    Untuk memperdalam kerja sama dua negara, Nongsa Digital Park telah menjadi jembatan digital antara perusahaan di Singapura dan Indonesia, kata Chan Chun Sing. Sejak diluncurkan pada 2018, Nongsa Digital Park menampung 150 lebih perusahaan dan terus bertambah, yang terdiri dari berbagai sektor mulai keuangan, sumber daya manusia, real estate.

    "Nongsa Digital Town, yang merupakan ekspansi dari Nongsa Digital Park, diluncurkan 2 Maret. Dengan beralihnya ekonomi global ke ranah online dan digital di kala pandemi, ekspansi ini menciptakan sinergi antara Singapura dan Indonesia di ruang digital," papar Chan Chun Sing.

    Integrasi kawasan khusus pergangan bebas Batam–Bintan–Karimun atau BBK juga menjadi batu loncatan penguatan kerja sama ekonomi bilateral RI-Singapura.

    "BBK sangat potensial sebagai mesin penggerak ekonomi Indonesia yang bertumbuh, terutama dengan re-organisasi supply chain karena pandemi, dan Singapura sangat tertarik berkolaborasi dengan memfasilitasi peluang investasi baru," kata Chan Chun Sing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.