Kim Jong-un Ubah Citra Usai Eksekusi Pamannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah gambar pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang dibakar selama unjuk rasa anti-Korea Utara pada ulang tahun kedua kematian mantan pemimpin Kim Jong Il di pusat kota Seoul (17/12). REUTERS/Kim Hong-Ji

    Sebuah gambar pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang dibakar selama unjuk rasa anti-Korea Utara pada ulang tahun kedua kematian mantan pemimpin Kim Jong Il di pusat kota Seoul (17/12). REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Pyongyang - Entah apa lagi yang akan dilakukan Kim Jong-un kali ini. Setelah sebelumnya dia mengatakan akan mengeksekusi seluruh anggota keluarga pamannya Jang Song-taek, termasuk anak-anaknya, Jong-un kali ini terekam kamera pers mengunjungi rumah yatim piatu. (baca juga: Kim Jong-un Lega Eksekusi Pamannya )

    Putra Kim Jong-il ini tampak disambut sekitar 10 anak berusia 3-5 tahun di sebuah rumah yatim piatu di Pyongyang. Dia mengembangkan senyumnya begitu masuk dan dipeluk anak-anak itu. Salah seorang pengasuh juga tampak terkejut dengan kedatangan Jong-un sampai menutup mulutnya.

    Senyum Jong-un juga terbuka lebar ketika dia menggendong salah satu anak lelaki berusia 1 tahun yang mengenakan hanbok. Bahkan, ia mengajak bernyanyi sekitar tujuh anak berusia 2 tahun sambil bertepuk tangan.

    Sementara itu, Duta Besar Korea Utara untuk Amerika, Hyun Hak-bong akhirnya secara resmi mengungkapkan apa alasan Kim Jong Un mengeksekusi pamannya, Jang Song-taek. Pernyataannya secara resmi mewakili Kim Jong-un, sebagai pemimpin Korea Utara.

    "Dia menghabiskan 4,6 juta euro pada tahun 2009 untuk keperluan pribadi. Dia melakukan penyalahgunaan kekuasaan, yang berdampak pada terhambatnya perekonomian," kata Hyun Hak-bong kepada Skynews, Rabu, 5 Februari 2014.

    Akibat tindakan Jang Song-taek, negara dirugikan dan program peningkatan taraf hidup untuk masyarakat terhambat. Menurut Hyun Hak-bong, sebelum dihukum mati, Jang Song-taek sudah menjalani proses peradilan.

    "Dia terbukti melanggar Pasal 60 the Criminal Code of Democratic People Republic of Korea (Undang-Undang Hukum pidana). Oleh karena itu, hukumannya adalah hukuman mati," kata Hyun Hak-bong. (baca juga: Eksekusi Paman Kim Jong-un Menggunakan Anjing )

    SKY NEWS | KCNA | CHETA NILAWATY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.