Mesir Gelar Pilpres Sebelum Pemilu Parlemen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Mesir Mohammed Morsi (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Hesham Kandil (tengah) dan Menteri Pertahanan Letjen Abdel-Fattah el-Sissi, di Kairo, Mesir, Senin (1/7). AP/Egyptian Presidency

    Presiden Mesir Mohammed Morsi (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Hesham Kandil (tengah) dan Menteri Pertahanan Letjen Abdel-Fattah el-Sissi, di Kairo, Mesir, Senin (1/7). AP/Egyptian Presidency

    TEMPO.CO, Kairo - Presiden Mesir sementara, Adly Mansour, mengumumkan bahwa Mesir akan menggelar pemilihan presiden sebelum pemilu parlemen. Dia ingin mengubah peta jalan yang telah ditetapkan sebelumnya setelah militer memaksa Presiden Muhammad Mursi, pada 3 Juli 2013, turun jabatan.

    Perubahan jadwal ini diharapkan dapat menjadi jalan mulus terpilihnya Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah el-Sisi, menjadi presiden.

    Peta jalan yang disusun sebelumnya menetapkan bahwa pemilu parlemen diadakan sebelum pemilihan presiden. Namun, banyak partai politik Mesir menyatakan tidak siap mengikuti pemilu pada musim ini.

    "Hampir semua partai politik mengkehendaki pemilihan presiden sebelum pemilu legislatif," ujar Mansour dalam satu pidato di depan layar kaca. "Saya telah mengamandemen sesuai dengan keinginan mereka (partai politik)."

    Presiden tidak mengumumkan tanggal pasti penyelenggaraan pilpres sebab hal tersebut merupakan bagian dari tugas Komisi Pemilihan Umum. Penyelenggaraan pemilu seharusnya lebih kurang 90 hari setelah presiden menandatangani perubahan undang-undang yang diperkirakan jatuh pada pertengahan April 2014.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


    Berita Terpopuler:
    Di Survei Ini, Prabowo Subianto Selalu Jadi Juara
    Survei: Jokowi Bertahan, Prabowo-Aburizal Jeblok
    Cuit Anas Urbaningrum: Demokrat Ganti Ketua Umum
    Irfan Bachdim Resmi Gabung Klub Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.