Filipina Larang Polisi Selfie di Lokasi Bencana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemukiman bagi sebagian korban selamat Topan Haiyan di Tacloban, Filipina, (25/11). Topan Haiyan yang melanda Filipinan pada 8 November 2013 telah meporak-porandakan sebagian kawasan Filipina dan menewaskan ribuan orang. (AP Photo / Bullit Marquez)

    Suasana pemukiman bagi sebagian korban selamat Topan Haiyan di Tacloban, Filipina, (25/11). Topan Haiyan yang melanda Filipinan pada 8 November 2013 telah meporak-porandakan sebagian kawasan Filipina dan menewaskan ribuan orang. (AP Photo / Bullit Marquez)

    TEMPO.CO, Manila – Akibat banyak polisi lokal yang menjadi korban Topan Haiyan, kepolisian Filipina mengirim tambahan bantuan dari Ibukota Manila. Namun, polisi-polisi tersebut rupanya senang memotret diri sendiri (selfie) di lokasi bencana dan mengunggahnya di akun media sosial mereka.

    Karena itu Markas Besar Kepolisian Filipina merasa perlu mengeluarkan larangan khusus.

    “Menurut saya hal itu (selfie) tidak sensitive. Warga menderita akibat dampak topan, kehilangan rumah, orang-orang yang dicintainya, dan orang-orang berpose seolah itu sesuatu yang menyenangkan,” kata Lina Sarmiento, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Filipina.

    Sementara bagi para polisi yang sudah terlanjur mengunggah foto-foto selfie mereka diminta untuk menghapusnya.

    Topan super Haiyan menghantam kepulauan Filipina Tengah pada 8 November, meratakan seluruh kota-kota yang dilintasinya. Sebanyak 7.500 orang tewas atau hilang.

    Ratusan polisi dikirim dari Manila ke lokasi bencana untuk memulihkan keamanan dan mencegah penjarahan, lantaran banyak anggota polisi setempat yang juga menjadi korban.

    CHANNEL NEWS ASIA | NATALIA SANTI

    Berita Lainnya:
    Demokrat Ingin Ruhut dan Boni Hargens Berdamai  
    Pakar Hukum: Boediono Bakal Jadi Tersangka
    Hasil Pertandingan Liga Primer Inggris  
    Di Bandung, Mandela Mencari Bung Karno
    Kenapa Kicauan Farhat Bikin Dhani Kesal pada Maia?
    Diejek Farhat, Dhani Minta Maia Klarifikasi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.