Ratu Elisabeth II Mengundang Malala ke Buckingham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malala Yousafzai berfoto dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon pada acara Youth Assembly di markas PBB, New York (12/7). Dalam acara ini hari kelahiran Malala  yang jatuh pada 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Malala.  REUTERS/Brendan McDermid

    Malala Yousafzai berfoto dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon pada acara Youth Assembly di markas PBB, New York (12/7). Dalam acara ini hari kelahiran Malala yang jatuh pada 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Malala. REUTERS/Brendan McDermid

    TEMPO.CO, LONDON –Ratu Inggris Elisabeth II secara resmi mengundang Malala Yousafzai untuk berkunjung ke Istana Buckingham. Seperti dilansir Sunday Times, Ahad 6 Oktober 2013, pejabat Istana Buckingham mengatakan bahwa gadis asal Pakistan yang selamat dalam penembakan brutal Taliban itu akan diundang untuk menghadiri resepsi khusus pada 18 Oktober mendatang dimana suami Ratu, Pangeran Phillip juga akan hadir. 

    Rupanya sang Ratu terkesan atas keberanian gadis 16 tahun itu untuk membela pendidikan gadis-gadis muda di tempat kelahirannya, Lembah Swat. Ratu juga sempat menanyakan kondisi terakhir Malala yang kini tengah bersekolah di Kota Birmingham kepada Duta Besar Pakistan untuk Inggris, Wajid Shamsul Hasan.

    Dan untuk pertama kalinya Malala mengisahkan tentang pasca-serangan kepada Sunday Times. Ia menggambarkan kepanikannya saat terbangun di rumah sakit Birmingham tanpa mengetahui dimana ia berada. “Saya sangat takut. Dimana orang tua saya? Siapa yang membawa saya kemari,” kata Malala.

    Ia berhasil menjalani operasi pembedahan di kepala dan wajahnya setelah ditembak dari jarak dekat oleh Taliban pada 9 Oktober 2012. Malala juga mengakui sempat khwatir dengan biaya rumah sakit. Bahkan sempat terpikir olehnya untuk menyelinap keluar dari rumah sakit dan mencari kerja.

    Kisah tentang Malala secara lengkap dapat dibaca dalam buku biografinya I Am Malala” yang akan terbit Selasa mendatang. Malala Yousufzai juga menjadi salah satu kandidat favorit peraih hadiah Nobel Perdamaian yang akan diumumkan 11 Oktober mendatang. Ia disandingan bersama Presiden Kolombia Jose Manuel Santos dan Presiden Myanmar Thein Sein.

    L FIRSTPOST | THE NEWS INTERNATIONAL | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.