Pangeran Andrew: Polisi Bisa Juga Keliru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Andrew dari Inggris, memeriksa pasukan, saat berkunjung ke Citadel, Halifax, Nova Scotia, Kanada (24/4). Foto: REUTERS/Paul Darrow

    Pangeran Andrew dari Inggris, memeriksa pasukan, saat berkunjung ke Citadel, Halifax, Nova Scotia, Kanada (24/4). Foto: REUTERS/Paul Darrow

    TEMPO.CO, LondonPangeran Andrew membela polisi yang membekuknya di Istana Buckingham dengan mengatakan bahwa mereka kadang-kadang juga bisa keliru.  Andrew mengatakan dia bersyukur polisi tersebut sudah minta maaf.

    Insiden Rabu pekan lalu mempermalukan Scotland Yard untuk kedua kalinya, hanya dua hari setelah seorang penyusup memanjat kediaman Ratu.

    Pangeran bergelar Duke of York ini menghormati tugas polisi dengan menyampaikan "berharap bisa berjalan-jalan dengan aman di Taman Istana.”

    Polisi Scotland Yard mengatakan tidak ada penggunaan kekerasan ketika petugas berusaha meminta identitas sang pangeran.

    Putra kedua Ratu Elizabeth II tersebut tidak dikenali dua penjaga istana sepulang dari sebuah pertemuan bisnis di Piccadilly,  London Rabu petang lalu.

    Dalam pernyataannya, Pangeran Andrew mengatakan “Polisi memiliki tugas yang sulit untuk menyeimbangkan antara pengamanan keluarga kerajaan dan mencegah penyusup, dan kadang-kadang mereka salah. Saya bersyukur atas permintaan maaf mereka dan mengharapkan bisa berjalan dengan aman di taman di masa mendatang.”

    Sebelumnya,  The Sunday Express, mengutip sumber orang dalam mengatakan Andrew tidak senang dan kedua polisi sangat  malu karena tidak mengenali pangeran.  Surat kabar itu melaporkan sumber yang mengatakan, “dari yang kami dengar Duke sangat marah dan menurunkan pangkat mereka satu tingkat.”

    THE GUARDIAN | NATALIA SANTI

    Topik terhangat:
    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Miss World | Penerimaan CPNS

    Berita lainnya:
    Jokowi Semobil Lagi Dengan Megawati
    Apa Saja Mobil Politikus PDI Perjuangan?
    Dukungan Pencapresan Jokowi Mengalir dari Amerika
    Puji Jokowi, Megawati Pakai Bahasa Simbolis Jawa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.