Militer Amerika Serikat Bangun Jaringan 4G Khusus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur  A-10 akan mendarat di pangkalan militer Amerika Serikat di Osan, Korea Selatan, (3/4). Pesawat tersebut ikut ambil bagian dalam latihan militer bersama Korea Selatan. REUTERS/Lee Jae-Won

    Pesawat tempur A-10 akan mendarat di pangkalan militer Amerika Serikat di Osan, Korea Selatan, (3/4). Pesawat tersebut ikut ambil bagian dalam latihan militer bersama Korea Selatan. REUTERS/Lee Jae-Won

    TEMPO.CO, Washington - Militer Amerika Serikat sedang menyelesaikan pembangunan jaringan nirkabel 4G khusus dan juga mengenai pedomannya. Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Martin Dempsey mencontohkan, pemanfaatan teknologi digunakan bagi pilot pesawat tempur jika harus mengambil keputusan apakah akan menembakkan senjata ke arah musuhnya atau tidak.

    “Kami sedang memperbarui peraturan kami untuk pertama kalinya, sejak tujuh tahun lalu,” ujar Dempsey. Dia mengatakan, dibangunnya teknologi ini juga untuk mengontrol adanya potensi serangan melalui dunia cyber.

    “Banyak tugas yang harus kami lakukan, namun langkah penting ini sangat signifikan untuk memperkuat pertahanan negara melalui kecepatan jaringan,” ucapnya melalui pidato yang disampaikan di Brookings Institute, di Washington D.C.

    Pejabat dengan pangkat tertinggi di militer AS ini menyatakan penguatan pertahanan merupakan bagian dari perlindungan keamanan yang dilaksanakan oleh Departemen Pertahanan AS. Dia menyebutkan serangan melalui dunia maya meningkat 17 kali lipat sejak 2011. Namun dia tidak mencontohkan kejahatan apa saja yang sudah menyerang Departemen Pertahanan.

    Dempsey mengatakan, investasi yang dihabiskan bagi perlindungan terhadap kejahatan cyber ini senilai U$D 23 miliar selama empat tahun. Menurut dia, Departemen Pertahanan akan melakukan konsolidasi terhadap 15 ribu jaringan berbasis cloud.

    Ia menyebutkan, pemerintah AS juga sudah mengadakan kerja sama dengan penyedia jaringan 4G yang dianggap aman, seperti perangkat iPad, iPhone, dan Android. “Perangkat yang kami kembangkan akan membuat Batman dan James Bond iri,” kata Dempsey berseloroh.

    Awal tahun ini, Departemen Pertahanan AS merestui penggunaan perangkat berbasis iOS, Samsung Galaxy S yang dijalankan melalui pengoperasian Knox, dan BlackBerry 10 untuk mendukung kegiatannya.

    THEVERGE.COM | SATWIKA MOVEMENTI


    Topik terhangat:


    Ribut Kabut Asap
    | PKS Didepak? | Persija vs Persib | Penyaluran BLSM

    Berita lainnya:
    Guru Ini Sebar Foto Bugil di Facebook
    5 Tokoh Ini Dinilai Gunakan BLSM untuk Pencitraan

    XL dan Axis Merger, Indosat Harus Waspada

    Mengapa Popularitas Boediono Rendah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.