Serangan terhadap Muslim Naik Tajam di Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan suporter English Defence League (EDL) berkumpul dan mengadakan aksi di depan Queens Arms Pub di Woolwich, Inggris (22/5). Aksi mereka ini dilakukan sebagai reaksi pembunuhan terhadap tentara Inggris di Woolwich. (AP Photo/PA, Neil Lancefield)

    Puluhan suporter English Defence League (EDL) berkumpul dan mengadakan aksi di depan Queens Arms Pub di Woolwich, Inggris (22/5). Aksi mereka ini dilakukan sebagai reaksi pembunuhan terhadap tentara Inggris di Woolwich. (AP Photo/PA, Neil Lancefield)

    TEMPO.CO, London - Serangan anti-Muslim di Inggris melonjak sejak pembunuhan Lee Rigby di Woolwich, London. Dia dibunuh secara keji oleh dua orang yang menyatakan perbuatannya sebagai bentuk 'jihad'.

    Faith Matters, sebuah organisasi yang bekerja untuk mengurangi ekstremisme, mengatakan angkanya sekitar 150 insiden dalam beberapa hari terakhir, dibandingkan dengan antara 4-8 kasus sebelum hari Rabu.

    Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters, mengatakan insiden itu terjadi baik di jalanan dan maupun secara online. "Apa yang benar-benar memprihatinkan adalah penyebaran insiden ini. Mereka datang dari seluruh negeri," katanya kepada BBC.

    "Kedua, beberapa dari mereka yang cukup agresif, sangat fokus, serangan sangat agresif. Dan ketiga, ada juga tampaknya menjadi aktivitas online yang signifikan ... menunjukkan koordinasi dan insiden penyerangan terhadap institusi atau tempat-tempat di mana umat Islam berkumpul."

    Polisi telah melaporkan beberapa penangkapan sejak Rabu. Benjamin Flatters, 22 tahun, dari Lincoln, ditangkap pada hari Kamis setelah menuliskan tweet rasis dan anti-agama di Twitter. Sebelumnya, dua pria di Bristol ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan karena membuat komentar ofensif.

    GUARDIAN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.