Presiden Afganistan Akui Terima 'Dana Siluman' CIA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamid Karzai. REUTERS/Mohammad Ismail

    Hamid Karzai. REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.CO, London - Presiden Afganistan Hamid Karzai mengakui adanya "dana siluman" jutaan dolar AS dari dinas rahasia Amerika Serikat CIA (Central Intelligence Agency), seperti diberitakan New York Times. Menurut Karzai, dana itu dikelola Dewan Keamanan Nasional, tapi jumlahnya "tidak besar".

    Karzai mengatakan dana itu digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk membantu mereka yang terluka dalam konflik. "Ini bantuan serbaguna," kata Karzai saat berada di Helsinki, Finlandia, Senin 29 April 2013.

    Dalam laporan edisi 28 April 2013, New York Times menulis bahwa selama lebih dari satu dekade, tumpukan dolar AS yang dikemas dalam koper, ransel, dan plastik belanja dari CIA diberikan setiap bulan ke kantor Hamid Karzai.

    "Kami menyebutnya 'uang siluman'. Datangnya secara rahasia, keluarnya juga diam-diam," kata Khalil Romawi, kepala staf Karzai dari 2002 sampai 2005.

    Para pejabat Amerika dan Afghanistan yang mengetahui soal pembayaran ini mengatakan tujuan utama CIA memberi uang tunai itu adalah untuk menjaga akses ke Karzai dan lingkaran dalamnya. Juga untuk menjamin pengaruh dinas rahasia itu ke istana kepresidenan. Besaran uang tunai yang diberikan belum diketahui pasti.

    Selain CIA, yang juga memberikan dana ke kantor Karzai adalah Iran, yang besarnya US$ 3 juta sampai lebih dari US$ 10 juta per tahun kepada kantor Karzai.

    Tapi, tak begitu jelas apa yang didapat Amerika Serikat dengan aliran jutaan dolar itu. Sikap Karzai yang tak sejalan dengan keinginan Amerika Serikat--dan Iran--dalam sejumlah isu malah mengesankan bahwa ia tampaknya tidak dapat dibeli.

    Guardian | New York Times | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.