Korban Salah Tangkap Bom Boston Kini Trauma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sulahaddin dan pelatihnya tertangkap kamera CCTV berlari di dekat garis finis Boston Marathon sebelum terjadinya ledakan. Menurut Salahaddin, mereka terus berpindah tempat agar dapat melihat lebih jelas jalannya pertandingan. Dailymail.co.uk

    Sulahaddin dan pelatihnya tertangkap kamera CCTV berlari di dekat garis finis Boston Marathon sebelum terjadinya ledakan. Menurut Salahaddin, mereka terus berpindah tempat agar dapat melihat lebih jelas jalannya pertandingan. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Boston - Seorang pemuda asal Maroko mengaku trauma, takut keluar rumah setelah fotonya beredar luas di internet dan halaman depan New York Post, edisi Kamis, 18 April 2013. Media mengaitkan namanya dengan bom Boston Marathon.

    Foto-foto Salahuddin Barhoum, pemuda 17 tahun dari Maroko, dan sahabatnya Yassine Zaime, tampil di sejumlah website saat keduanya berada di dekat garis finis lomba lari maraton. Namanya ditulis sebagai 'Salah Eddin Barhoum'.

    Gambar mereka oleh New York Post diletakkan di halaman depan edisi Kamis, 18 April 2013, dengan judul berita, "Pria Gendong Tas, FBI Mencari Dua Foto ini di Boston Marathon."

    Belakangan New York Post meralat dan menegaskan bahwa keduanya tidak termasuk orang yang diduga sebagai pelaku ledakan. Meskipun telah "diralat", Barhoum, seorang pelari di trek Revere High School, mengatakan bahwa semua orang tetap menyalahkan dirinya atas ledakan itu.

    Ayah Barhoum, El Houssein Barhoum, yang pindah bersama keluarganya dari Maroko lima tahun lalu, mengatakan, dia khawatir putranya ditembak akibat berita yang mengaitkan anaknya dengan bom Boston. Ketakutan ini, jelas ayah Barhoum, juga dialami istri dan kedua putrinya. "Saya sekarang tak bisa berangkat kerja sebagai tukang roti di Boston," ujarnya.

    Col Allan, editor New York Post, mengatakan, "Kami menulis berdasarkan cerita yang kami dapatkan. Foto yang dikirimkan oleh penegak hukum kemarin petang memberikan informasi tentang pria ini, sebagaimana laporan cerita kami yang tidak menyebut identitas tersangka."

    Foto-foto yang beredar menunjukkan Barhoum dengan tas atletik Nike hitam, mengenakan stelan baju olahraga biru dan hitam. Sedangkan rekannya, Zaime, membawa ransel hitam mengenakan topi putih dan pakaian olahraga hitam.

    Kedua pria dengan tas di arena maraton ini menjadi fokus perhatian petugas keamanan, sebab petugas yakin bahwa pelaku membawa bahan peledak dalam tas. Barhoum mengatakan, hanya ada dua alasan mengapa dia dijadikan tersangka oleh polisi sebagai pelaku ledakan bom yakni tas yang dibawanya dan berkulit coklat.

    Barhoum menambahkan, dia memang berada di arena maraton bersama Zaime, sahahatnya dari klub lari, berharap bisa menyaksikan langsung lomba itu. Dia mengunjungi kantor polisi, Kamis dini hari waktu setempat, 18 April 2013, guna membersihkan namanya.

    Ketika New York Post menerbitkan foto dirinya, situasinya kian memburuk. "Itu menyakitkan sebab pelaku yang sesungguhnya, saat ini, berbahagia melihat banyak orang kesusahan," katanya. "Saya adalah di antaranya."

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Topik Terhangat:
    Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

    Baca juga:
    EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

    Sunah Rasul Hakim Setyabudi dan Gratifikasi Seks

    Sopir Hakim Setyabudi Tak Tahu Suap Seks Bosnya

    @SBYudhoyono Follow Artis-artis Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?