MI5 Gagalkan Plot Serangan ke Markas Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Inggris di Afghanistan. AP/Gaz Faulkner, Royal Navy

    Tentara Inggris di Afghanistan. AP/Gaz Faulkner, Royal Navy

    TEMPO.CO, London - Empat militan Islam yang terhubung dengan Al Qaeda berencana meledakkan sebuah pangkalan teritorial Angkatan Darat Inggris dan sejumlah target lainnya. Keempatnya mulai dihukum penjara, Kamis 18 April 2013.

    Iqbal dan Ahmed dipenjara selama 11 tahun dengan kemungkinan hukumannya diperpanjang, sementara Arshad dipenjara selama hampir tujuh tahun dan Hussain lebih dari lima tahun.

    Anggota geng itu, yang semuanya dari Luton, berencana menggunakan bom rakitan yang dibuat berdasarkan instruksi yang diunduh dari majalah internet Al Qaeda, Inspire. Luton adalah kota besar yang berjarak 50 km sebelah utara London.

    Plot serangan itu dipecahkan oleh Scotland Yard dan MI5 (Security Service), yang menanam mikropon kecil di dua mobil yang digunakan oleh pemimpin kelompok itu. MI5 adalah dinas rahasia Inggris yang yuridiksinya di dalam negeri.

    Hasil penyadapan menunjukkan bahwa Zahid Iqbal, 31 tahun, telah melakukan kontak dengan teroris yang berbasis di Pakistan, yang oleh dinas rahasia Inggris diberi kode Modern Sleeve. Mereka bekerja sama sehingga memungkinkan orang Inggris melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pelatihan teror.

    Iqbal, Mohammed Ahmed Sharfaz, 25 tahun, Umar Arshad, 24 tahun, dan Syed Hussain Farhan, 21 tahun, semuanya mengaku bersalah terlibat dalam tindakan dan persiapan untuk aksi terorisme. hakim Justice Wilkie akan menghukum mereka di Pengadilan Woolwich pada akhir sidang.

    Jaksa Max Hill mengatakan, geng itu "berkomitmen untuk jihad dengan kekerasan terhadap penduduk sipil dan militer dari negara-negara Barat seperti Inggris ... Mereka mengidentifikasi target untuk serangan, yaitu basis tentara teritorial di wilayah mereka, meskipun mereka membahas menargetkan beberapa lokasi lainnya. "

    Geng itu dilacak melalui operasi pengawasan. Dinas Rahasia menyebut Ahmed adalah perekrut yang "rapi", khususnya dalam meradikalkan Arshad. Sedangkan Iqbal mengorganisir perjalanan ke Pakistan.

    Dinas Rahasia menggunakan nama sandi Silent Chord untuk Iqbal, Lower Elevation untuk Ahmed, Retro Wallpaper untuk Arshad, dan Classic Film untuk Hussain. Rumah-rumah mereka digeledah pada bulan April tahun lalu.

    Standard.co.uk | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.