Qatar Siapkan Fulus Rp 4,9 Trilun Untuk Sudan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara pemberontak berjalan dekat sebuah pasar yang hancur akibat serangan udara oleh Angkatan Udara Sudan, di Rubkona, dekat Bentiu, Sudan (23/4). REUTERS/Goran Tomasevic

    Seorang tentara pemberontak berjalan dekat sebuah pasar yang hancur akibat serangan udara oleh Angkatan Udara Sudan, di Rubkona, dekat Bentiu, Sudan (23/4). REUTERS/Goran Tomasevic

    TEMPO.CO, Doha - Qatar berjanji menyiapkan bantuan senilai US$500 juta (Rp 4,9 trilun) guna pembangunan kembali kawasan barat Darfur, Sudan, setelah porak poranda akibat perang. Demikian kabar dari kantor berita Qatar News Agency, Senin, 8 April 2013, mengutip keterangan menteri.

    "Qatar berjanji menyiapkan bantuan dana sebesar US$500 juta untuk pembangunan kembali Darfur," kata Menteri Negara Urusan Kabinet, Ahmed bin Abdullah al-Mahmud.
    Pada Februari 2010, negeri emir yang kaya sumber gas alam ini berjanji mendirikan sebuah bank dengan modal US$1 miliar (Rp 9,7 triliun) untuk pembangunan Darfur.

    Sementara itu dari Eropa diperoleh kabar bahwa Inggris juga berjanji akan memberikan bantuan senilai 11 juta poundsterling (Rp 160 miliar) untuk Darfur setiap tahun selama tiga tahun guna membantu masyarakat mendapatkan makanan yang bagus dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

    Dalam sebuah pertemuan para pemimpin Arab di Doha selama dua hari, 7-8 April 2013, Qatar menyatakan bantuan tersebut sangat diperlukan oleh Sudan akibat konflik selama satu dekade yang menyebabkan negeri itu hancur berantakan.

    Negara-negara donor yang tergabung dalam konferensi di Doha juga menyetujui mekanismen bantuan pembangunan kembali kawasan Darfur setelah diguncang konflik. Biaya total untuk rekonstruksi Darfur diperkirakan mencapai US$7,2 miliar (Rp 70 triliun). Pemerintah Sudah berkomitmen menanggarkan US$2 miliar (Rp 19 triliun) sisanya US$5,245 miliar (Rp51 triliun) diharapkan berasal dari negara-negara donor lainnya yagn hadir dalam konferensi tersebut.



    AL ARABIYA | GULF-TIMES.COM | CHOIRUL


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.