Ahmadinejad Samakan Chavez dengan Imam Mahdi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (kiri) dan Presiden Venezuela Hugo Chavez di Caracas,  Venezuela, (10/1) REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (kiri) dan Presiden Venezuela Hugo Chavez di Caracas, Venezuela, (10/1) REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    TEMPO.CO, TEHERAN - Kepergian Presiden Venezuela Hugo Chavez akibat kanker menyisakan kepedihan mendalam bagi banyak pihak di seluruh dunia. Namun, pernyataan salah satu sekutu terdekat Chavez, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, menegaskan sahabatnya itu akan kembali ke dunia bersama Yesus dan Imam Mahdi.

    “Saya yakin ia akan kembali bersama mereka,” kata Ahmadinejad dalam situs pribadinya, seperti dilansir Radio Free Europe Radio Liberty, Kamis, 7 Maret 2013. Imam Mahdi diyakini oleh warga kelompok muslim Syiah sebagai penyelamat manusia pada akhir zaman.

    Ahmadinejad juga memuji Chavez sebagai pemimpin yang melayani rakyat Venezuela dan selalu membela nilai-nilai kemanusiaan serta revolusi. “Ia adalah martir yang meninggal karena penyakit mencurigakan,” ia menambahkan.

    Sebagai sekutu dekat, Iran mengumumkan hari berkabung nasional selama satu hari untuk menghormati Chavez. Hubungan kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi, sangat baik. Teheran dan Caracas telah meneken perdagangan dan perjanjian investasi mencapai miliaran dolar dalam beberapa tahun terakhir.

    Chavez telah mengunjungi Iran sebanyak 13 kali sejak menjabat sebagai presiden. Sedangkan Ahmadinejad melakukan enam kunjungan kenegaraan ke Venezuela sejak 2005.

    L RADIO FREE EUROPE RADIO LIBERTY | SITA PLANASARI

    Baca juga:
    Sultan Sulu Pertanyakan Sikap Manila Soal Sabah

    Korea Utara Akan Menggelar Serangan 11 Maret

    Cina Ramai Perceraian karena Pajak Properti Naik

    Hubungan Indonesia-Venezuela Naik-Turun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.