Paus Beri Pemberkatan Terakhir Sebelum Mundur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benediktus XVI. REUTERS/Giampiero Sposito

    Paus Benediktus XVI. REUTERS/Giampiero Sposito

    TEMPO.CO, Vatikan - Paus Benediktus XVI memberikan pemberkatan terakhirnya, Minggu, di depan jemaat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus. Ia menjelaskan, fisiknya yang makin lemah lebih cocok untuk berdoa secara pribadi. Ia segera akan menghabiskan harinya di biara terpencil.

    Pada Kamis malam pekan ini, pria 85 tahun kelahiran Jerman ini akan menjadi Paus pertama yang mengundurkan diri dari kepausan dalam 600 tahun.

    Paus memimpin kebaktian dari jendela yang menghadap alun-alun. Tepuk tangan bergemuruh dan spanduk yang bertuliskan "Grazie" (Thanks) bertebaran di tengah lautan massa yang berjumlah lebih dari 100 ribu orang. Paus tampak santai dan terdengar bersemangat, kontras dengan kelemahan dan keletihan beberapa bulan terakhir.

    Dengan suara yang kuat dan jelas, Paus mengatakan kepada para jemaat dan turis bahwa Tuhan telah memanggilnya untuk mendedikasikan dirinya "lebih banyak untuk doa dan meditasi", yang ia akan lakukan di sebuah biara yang sedang direnovasi untuknya di Kota Vatican. "Tapi ini tidak berarti meninggalkan gereja," katanya.

    Paus Benedictus segera mundur akhir bulan ini. Namun belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pertemuan para kardinal yang akan memilih penggantinya.

    Para kardinal di konklaf harus memutuskan apakah saatnya untuk mengangkat Paus dari luar Eropa. Kepausan selama berabad-abad dimandatkan pada uskup Italia sampai Yohanes Paulus II terpilih sebagai Paus pada tahun 1978, yang diikuti pada tahun 2005 oleh Benedictus yang kelahiran Jerman.

    Dalam salah satu tweet terakhirnya, Benediktus menulis dalam bahasa Inggris, "Pada hari-hari penting, saya meminta Anda berdoa bagi saya dan bagi gereja, dan selalu percaya dalam Tuhan."

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.