Dalai Lama Tak Setuju Pelaku Pemerkosaan Digantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalai Lama. REUTERS/Yuriko Nakao

    Dalai Lama. REUTERS/Yuriko Nakao

    TEMPO.CO, Jaipur - Salah satu tokoh spiritual dunia yang dihormati, Dalai Lama, menyatakan ketidaksetujuannya dengan vonis mati bagi para pelaku pemerkosaan mahasiswa kedokteran di New Delhi, India. Ia meminta pengampunan dipertimbangkan dalam kasus keji yang berujung kematian korbannya itu.

    Dalai Lama membuat pernyataan kontroversial tersebut dalam diskusi panel pekan ini di DSC Jaipur Literature Festival di Jaipur, India.

    Lima pria kini mulai diadili. Dan jika mereka terbukti bersalah, maka kemungkinan mereka akan menghadapi hukuman mati. Publik India dan keluarga korban, yang mengalami koma selama dua pekan setelah pemerkosaan dan meninggal di rumah sakit di Singapura setelah diterbangkan ke negeri itu, menuntut hukuman mati.

    "Saya tak suka hukuman mati," katanya, seperti dikutip koran India, Hindu. Ia menambahkan bahwa ada jalan lain yang bisa ditempuh selain hukuman mati.

    Ia menyatakan, abad ke-21 adalah eranya dialog, bukan konfrontasi atau melakukan kekerasan. Hukuman mati, kata dia, bertolak belakang dengan filosofi Budha yang menekankan anti-kekerasan.

    Perkosaan di New Delhi ini menyulut kemarahan nasional di India dan menarik debat tentang sistem hukum di negeri itu. Kasus ini juga membuat India dijuluki sebagai "ibu kota pemerkosaan" di dunia, menurut Reuters.

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.