Maling Kembalikan Cincin yang Dicuri 15 Tahun Lalu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO , Oregon: Keluarga Riphagen yang menetap di Oregon, Amerika Serikat, baru-baru ini mendapatkan paket yang isinya mengagetkan, yakni empat cincin emas, satu di antaranya cincin kawin, yang hilang 15 tahun silam. Perhiasan itu lenyap pada 1998, kala Margot Riphagen, putri mereka, menggelar pesta di rumah.

    Si pencuri, yang dulu juga hadir di pesta anak keluarga Riphagen, tidak hanya mengembalikan perhiasan itu. Ia bahkan menulis surat bagi pasangan Riphagen. Seperti dikutip Mail Online, Selasa, 15 Januari 2013, surat itu bertuliskan, "Ibu dan Bapak Riphagen, saya minta maaf karena sudah mencuri benda yang paling berharga untuk kalian. Saya benar-benar bodoh."

    Kepada keluarga Riphagen, si pencuri pun mengaku baru menemukan cincin itu lagi. Dan ketika membersihkan lapisan emasnya, ia terpikir apakah pasangan Riphagen merindukan cincin itu.

    Untuk menyelusuri keberadaan keluarga Riphagen, si pencuri membuka buku tahunan sekolahnya di masa SMA. Kemudian, ia melanjutkan pencarian melalui Internet. "Semoga saja Anda keluarga Riphagen yang tepat," tulis si pencuri dalam surat itu.

    Empat cincin yang dikembalikan pencuri itu adalah satu cincin kawin, satu cincin pemberian suami Riphagen kala istrinya melahirkan anak pertama, dan dua cincin yang dihadiahkan bagi putri mereka. "Saya benar-benar menyesal untuk tiap rasa sedih dan sakit hati yang Anda alami," pencuri itu menambahkan.

    Keluarga Riphagen begitu bahagia kembali mendapatkan cincin-cincin tersebut. Bahkan mereka tidak berusaha mencari tahu siapa yang mengambil dan mengembalikannya. Bagi mereka, yang terpenting perhiasan itu kembali. "Bahkan saya baru tahu bila ayah ibu sudah menyiapkan cincin untuk saya dan kakak saya setelah si pencuri mengembalikannya," kata Margot Riphagen.

    MAIL ONLINE | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.