Kim Jong Il Meninggal Setelah Marah Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada gambar yang diambil dari siaran stasiun televisi KRT, terlihat sebuah mobil membawa foto Kim Jong Il berukuran besar, pada prosesi pemakamannya di Pyongnyang, Korea Utara, Rabu (28/12). AP Photo/KRT via APTN

    Pada gambar yang diambil dari siaran stasiun televisi KRT, terlihat sebuah mobil membawa foto Kim Jong Il berukuran besar, pada prosesi pemakamannya di Pyongnyang, Korea Utara, Rabu (28/12). AP Photo/KRT via APTN

    TEMPO.CO, Seoul - Setahun setelah kematian diktator Korea Utara Kim Jong Il, tak ada keterangan rinci tentang penyebab kematiannya. Orang hanya tahu, ia menderita kanker dan mati mendadak di atas kereta.

    Namun, sumber anonim yang dikutip Chosun Ilbo, sebuah surat kabar konservatif di Korea Selatan, menyatakan ayah Kim Jong Un ini meninggal setelah marah besar karena tak puas dengan hasil pembangunan Pusat Listrik Tenaga Air di Huichon, Provinsi Jagang.

    "Setelah mendengarkan tentang kebocoran, Kim Jong Il mengecam para pejabat dan memerintahkan mereka untuk memperbaikinya," kata sumber itu. Jong Il bergegas untuk melakukan inspeksi ke fasilitas itu dengan amarah yang memuncak dan meninggal di sana.  

    Rincian mengenai kisah resmi kematian pemimpin 69 tahun itu secara ketat dikontrol. Butuh waktu tiga hari bagi kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, untuk mengumumkan kematiannya. Penyiar dengan suara tercekat menyatakan Kim meninggal karena "terlalu banyak pekerjaan" setelah "mendedikasikan hidupnya untuk rakyat".

    KCNA melaporkan bahwa Jong Il berada di kereta saat hendak meninjau sebuah proyek ketika ia mengalami serangan jantung fatal. Namun Wall Street Journal menunjukkan gambar satelit yang memperlihatkan kereta itu masih berada di Pyongyang pada saat kematiannya.

    Empat bulan setelah kematian Kim Jong Il, pabrik dibuka dengan meriah, tujuh tahun lebih cepat dari jadwal, menurut New York Daily News.

    CHOSUN ILBO | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.