Hanya Bocah Ini yang Hidup di Kelasnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak pria menangis dipelukan ibunya saat terjadi penembakan disekolahannya yang menewaskan 26 orang termasuk 20 siswa sekolah dasar di halaman parkir sekolah dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, (14/12). REUTERS/Michelle McLoughlin

    Seorang anak pria menangis dipelukan ibunya saat terjadi penembakan disekolahannya yang menewaskan 26 orang termasuk 20 siswa sekolah dasar di halaman parkir sekolah dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, (14/12). REUTERS/Michelle McLoughlin

    TEMPO.CO, Newtown - "Dia berlari, dengan sekujur tubuh berlumuran darah," pastor Jim Solomon, seorang saksi mata penembakan di SD Sandy Brook di Connecticut, menceritakan. "Kalau dia tak melakukannya, dia sudah mati."

    Hasil identifikasi aparat kepolisian kemudian menyatakan, seluruh teman sekelasnya tewas. Bocah 6 tahun yang namanya dirahasiakan karena alasan privasi itu kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Sang bocah yang masih trauma ini tak mau berbicara dengan siapapun, kecuali ibunya. Ia berkali-kali meyakinkan sang ibu, "Aku baik-baik saja, mom," ujar Solomon menceritakan.

    Menurut ibunya, trauma psikisnya sangat dalam. "Ia menderita tekanan batin, karena merasa bersalah tak bisa berbuat apapun untuk menolong teman-temannya," katanya.

    Ucapan dukacita masih terus berdatangan ke sekolah itu dari berbagai belahan dunia. Sebagian besar adalah dari pendidik. "Semoga Allah menguatkan keluarga korban, dan para 'malaikat' kecil mereka beristirahat dalam damai di surga," kata Ghulam Murtaza, seorang guru dari Pakistan.

    Dari Lithuania, seorang guru yang menyebut dirinya hanya dengan nama Veronika menyatakan mengirimkan segenap doa dan cinta bagi keluarga korban penembakan Connecticut. "Hati saya ada di Newtown. Tuhan memberkati Anda semua," ujarnya.

    Sekolah ini kehilangan 26 orang akibat penembakan brutal yang dilakukan Adam Lanza. Pria 20 tahun ini membawa dua senapan dan memberondongkan peluru pada tiap-tiap ruangan. Penembakan Connecticut dianggap sebagai yang terburuk karena sebagian besar korbannya adalah anak-anak berusia 6 dan 7 tahun.

    ABC | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?