Muslim Inggris Diminta Turut Rayakan Natal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muslimah di Inggris

    Muslimah di Inggris

    TEMPO.CO, London - Umat muslim dan etnis minoritas lainnya yang tinggal di Inggris harus menyesuaikan diri dengan gaya hidup umat Kristen, termasuk merayakan Natal, sebagai hari libur tradisional. Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Kabinet Inggris Baroness Warsi.

    Baroness Warsi, seorang menteri perempuan muslim pertama di kabinet Inggris, mengatakan kepada The Mail, Ahad, 11 November 2012, sudah saatnya ada kesepakatan secara politik mengenai sikap tersebut.

    Menteri Keimanan dan Komunitas ini mengatakan, para pendatang beserta keluarganya perlu menyatukan diri dengan gaya hidup rakyat Inggris dan berinteraksi dengan menggunakan bahasa Inggris.

    Selain itu, Warsi menambahkan, penting bagi kaum imigran merayakan Natal, termasuk mengucapkan dan mengirimkan kartu Natal. Dia juga mengatakan, lembaga publik termasuk rumah sakit harus menghentikan penggunaan dokumen multibahasa untuk membantu etnis minoritas.

    "Mereka harus mengintegrasikannya ke dalam masyarakat Inggris," katanya. Warsi menambahkan, sekolah-sekolah juga diserukan untuk menghentikan pengerahan asisten kelas yang tidak dapat berbahasa Inggris.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler
    Di Mana Holly Petraeus Saat David Akui Selingkuh?

    Begini Cara Bos CIA Sembunyikan E-mail ke Pacarnya

    ''Wanita Lain'' Petraeus Minta Privasinya Dihormati

    Industri Film Dewasa Tolak Penggunaan Kondom

    Petraeus Sempat Kaget dengan Email Paula

    Pengakuan Kelley Bongkar Skandal Petraeus



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.