Hantaman Sandy Ibarat Tragedi Titanic di Daratan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal layar HMS Bounty, tampak tergulung gelombang besar di perairan North Carolina ketika badai Sandy menerjang wilayah tersebut pada 29 Oktober 2012.  AP Photo/U.S. Coast Guard, Petty Officer 2nd Class Tim Kuklewski, File

    Kapal layar HMS Bounty, tampak tergulung gelombang besar di perairan North Carolina ketika badai Sandy menerjang wilayah tersebut pada 29 Oktober 2012. AP Photo/U.S. Coast Guard, Petty Officer 2nd Class Tim Kuklewski, File

    TEMPO.CO, New York - Badai Sandy atau Frankenstrom yang melanda timur laut Amerika Serikat mulai Senin dinihari, 29 Oktober 2012, telah memporakporandakan wilayah itu. Bagi banyak korban, terjangan Sandy mirip dengan tragedi kapal Titanic yang tenggelam di Laut Atlantik Utara pada 1912.

    "Bedanya, tragedi Sandy terjadi di daratan, bukan di laut," kata Krystina Berrios, 25 tahun, warga Staten Island, New York, di Chicago Tribune, Kamis, 1 November 2012.

    Di New York, Sandy melaju dengan kecepatan 128 kilometer per jam. Angin itu tidak datang sendiri. Ia juga membawa lumpur, hujan, air sungai, dan mendorong gelombang laut. Dampaknya, ribuan rumah dan bangunan tertutup lumpur dan banjir.

    Karena itu, Pentagon menerbangkan sejumlah ahli restorasi ke New York. Di sana, mereka bakal membantu penduduk yang masih hidup dalam kegelapan karena listrik padam.

    Pada kawasan New Jersey, hampir seluruh lokasi tertutup air laut. Di Jalan Hoboken, seberang Sungai Hudson, bau tak sedap menyeruak. Bau itu muncul dari ruang bawah tanah yang terendam air. Besi mobil yang terendam banjir di pinggir jalan juga menimbulkan bau karat.

    "Air dengan cepat masuk ke rumah-rumah, rasanya kota ini berubah menjadi sungai," kata warga New Jersey, Benedicte Lenoble.

    Hingga hari keempat sejak kedatangan Sandy, belum ada toko kelontong yang buka di New Jersey. Semua orang sibuk membenahi tempat tinggal mereka. Warga pun tidak yakin bahwa pemulihan bakal berlangsung cepat.

    "Untuk membantu korban badai, penyanyi asal New Jersey, Bruce Springsteen dan Jon Bon Jovi, bakal menggelar konser amal," lapor televisi NBC.

    Menurut Eqecat, perusahaan rekayasa bencana alam, hantaman Sandy diperkirakan menimbulkan kerugian sebesar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 192 triliun. Dan seluruh kerugian itu ditanggung perusahaan asuransi. Sedangkan kerugian dari segi ekonominya mencapai US$ 50 miliar, setara dengan Rp 481 triliun.

    "Kerugian ekonomi ini dua kali lipat dari perkiraan awal," demikian pernyataan dari perusahaan itu.

    CORNILA DESYANA

    Berita lain:
    Israel Akui Bunuh Wakil Yasser Arafat

    SBY Pidato di Gedung Parlemen Inggris

    Korea Utara Akan Buka Hotel Tertinggi Sedunia

    Jalani 90 Operasi Demi Mirip Kekasih Barbie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.