Inilah Identitas Pelaku Penembakan Empire State

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah terbaring di trotoar dekat Empire State Building terkait perisitwa penembakan di New York, Amerika Serikat, Jumat (24/8). REUTERS/James Bolden

    Jenazah terbaring di trotoar dekat Empire State Building terkait perisitwa penembakan di New York, Amerika Serikat, Jumat (24/8). REUTERS/James Bolden

    TEMPO.CO , New York - Seorang pekerja toko yang telah di-PHK kembali ke kantor lamanya di dekat Empire State Building dan melepaskan tembakan pada Jumat pagi. Seorang mantan rekan kerjanya tewas tertembak dan melukai beberapa orang lainnya.

    Pihak berwenang mengatakan, pria bersenjata itu diidentifikasi sebagai Jeffrey Johnson, 53 tahun. Menurut situs berita Reuters, dia sebelumnya bekerja sebagai desainer aksesoris sebelum dipecat setahun lalu. Petugas kepolisian Raymond Kelly menyatakan ia sebelumnya bekerja di perusahaan bernama Hazan Imports di seberang Empire State.

    Entah karena sebab apa, dia kembali mendatangi tempat kerjanya dan mulai menembaki orang-orang. Mantan rekan kerjanya yang berusia 41 tahun tewas ditembak di bagian kepala dengan postol kaliber 45.

    Walikota New York, Michael Bloomberg, menyatakan Johnson tewas "mungkin oleh peluru petugas kepolisian yang berusaha menghentikan aksinya". Selain pelaku, katanya, hanya satu orang korban yang tewas di lokasi kejadian. Sembilan orang yang terluka kini dirawat di rumah sakit.

    Johnson mulai melepaskan tembakan dengan pistol kaliber 45 sekitar pukul 09.00 pagi di 10 West 33rd Street, kata polisi. Seorang pekerja konstruksi yang mengetahui aksi Johnson kemudian melaporkannya pada polisi terdekat.  Menurut Ray Kelly, Johnson tewas dalam baku tembak dengan polisi.

    "Ini adalah tragedi yang mengerikan," kata Bloomberg dalam konferensi pers. "Kita tidak kebal terhadap masalah  kekerasan senjata."

    FOX NEWS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.