Kepala Pelayan Paus Dibebaskan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pelayan Vatikan, Paolo Gabriele (kiri bawah) bersama Paus Benediktus XVI (kanan). REUTERS/Alessandro Bianchi/Files

    Kepala Pelayan Vatikan, Paolo Gabriele (kiri bawah) bersama Paus Benediktus XVI (kanan). REUTERS/Alessandro Bianchi/Files

    TEMPO.CO, Vatikan - Mantan kepala pelayan Paus Benedictus XVI, Paolo Gabriele, yang telah ditahan sejak 23 Mei dibebaskan dari penjara. Namun ia tetap berada di bawah tahanan rumah.

    Gabriele dituduh mencuri banyak dokumen pilihan dari apartemen kepausan Paus Benediktus XVI. Dokumen ini kemudian diduga ditampilkan dalam media serta dalam buku terbaru yang kontroversial, His Holiness: The Secret Papers of Benedict XVI, yang ditulis oleh Gianluigi Nuzzi.

    Berbicara kepada wartawan pada hari Sabtu, juru bicara Vatikan, Federico Lombardi,  mengatakan hakim Takhta Suci, Piero Bonnet, telah sampai di ujung penyelidikan dan dalam hitungan hari Gabriele akan dilepaskan atau diadili. Di lain pihak, Gabriele "akan berada di rumah bersama keluarganya," katanya.

    Menariknya, meskipun banyak pengamat percaya kepala pelayan tidak bertindak sendiri, tetapi dia adalah seorang pion dalam konspirasi yang lebih besar. Namun Pastor Lombardi menegaskan bahwa Gabriele adalah "satu-satunya orang dalam penyelidikan".

    Sumber orang dalam seperti dikutip La Stampa, La Repubblica, dan media lainnya mengatakan dia hanyalah kambing hitam belaka. "Ada leakers di antara para kardinal, tetapi Sekretariat Negara tidak bisa mengatakan itu. Jadi mereka menangkap seorang hamba, Paolo, yang hanya memberikan surat atas nama orang lain," katanya seperti dikutip La Repubblica.

    Skandal itu meledak ketika Direktur Bank Vatikan tiba-tiba dipecat. Pemecatan dilakukan tak lama berselang setelah sebuah buku berisi rahasia Vatikan diterbitkan. Puncaknya, ketika Gabriele ditangkap karena diduga sebagai pembocor dokumen.

    Mengutip sumber orang dalam yang membocorkan dokumen, kepala pelayan yang ditangkap hanyalah upaya untuk menutupi aktor yang lebih besar dari skandal yang populer disebut Vatileaks itu.

    Dokumen yang dikirimkan pada media Italia menyebut orang dalam Vatikan terlibat kronisme dan korupsi dalam kontrak dengan perusahaan Italia. Harian La Stampa mengutip salah satu sumber menyatakan pembocoran dokumen ini ditujukan antara lain agar akar korupsi di Tahta Suci dibersihkan.

    IRISH TIMES | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.