Debat Kepemilikan Senjata Muncul Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan barang bukti senjata api buatan PT Pindad diantara puluhan senjata dan peluru untuk dihancurkan di Rupbasan Klas 1 Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/6). TEMPO/Prima Mulia

    Petugas menunjukan barang bukti senjata api buatan PT Pindad diantara puluhan senjata dan peluru untuk dihancurkan di Rupbasan Klas 1 Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/6). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Washington - Seperti halnya ketika terjadi peristiwa penembakan di Arizona, tragedi Colorado kembali mencuatkan perdebatan soal perlunya kepemilikan senjata api diperketat.

    Amerika Serikat memang dikenal sebagai negara yang mengizinkan warganya memiliki senjata api dengan persyaratan tertentu. Namun, karena kuatnya hak-hak dan undang-undang kepemilikan senjata api ini, banyak yang memperkirakan tidak akan ada perubahan hukum soal ini.

    Bahkan setelah terjadinya peristiwa penembakan brutal di bioskop Aurora, Denver, Colorado, baik kandidat Presiden Mitt Romney dari Partai Republik maupun Barack Obama yang saat ini menjadi Presiden Amerika Serikat dan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat sama sekali tidak menyebut-nyebut masalah pengawasan kepemilikan senjata yang lebih ketat ini.
    Berbicara soal pengawasan kepemilikan senjata yang lebih ketat ini dianggap bisa meracuni kampanye kepresidenan mereka.

    Amerika Serikat akan melakukan pemilihan presiden ke-57 pada Selasa, 6 November 2012. Presiden dan wakil presiden Amerika Serikat yang baru akan terpilih pada 17 Desember 2012. Obama yang saat ini menjadi presiden akan maju ke putaran kedua masa jabatannya sebagai presiden. Saingan beratnya adalah Romney, mantan Gubernur Massachusetts.

    Saat ditangkap, pelaku penembakan, James Eagan Holmes, 24 tahun, berada di halaman parkir di belakang gedung bioskop The Century 16, tempat kejadian perkara. Polisi menyita empat senjata api yang digunakan Holmes, yaitu senapan AR-15, Remington 12, dan pistol Glock kaliber .40. Satu senjata lagi, pistol Glock caliber .40, ditemukan di mobilnya.

    Senjata-senjata berikut peluru-pelurunya, menurut Kepala Polisi Aurora, Dan Oates, dibeli pelaku dalam 60 hari terakhir lewat Internet. Di apartemennya, polisi juga menemukan bubuk mesiu dan bahan peledak lainnya.

    “Semua amunisi yang dimilikinya dimiliki secara legal. Begitu juga semua senjata yang dimilikinya, dimiliki secara legal,” ujar Oates.

    Hak kepemilikan senjata api di Amerika Serikat sangat dilindungi. Bahkan di Colorado hukumnya tidak terlalu ketat.

    Setelah terjadinya peristiwa penembakan di Columbine High School pada 1999, pemeriksaan latar belakang pembeli memang diberlakukan. Namun, tidak ada larangan sama sekali terhadap pembelian senjata laras panjang atau pistol yang memiliki amunisi berkaliber tinggi.

    Bahkan untuk pembelian senjata secara online, pendaftaran dan lisensi kepemilikan senjata api tidak diperlukan. Begitu juga pemeriksaan latar belakang penjualan senjata secara online tidak dibutuhkan.

    Para pendukung adanya pengawasan yang lebih ketat menegaskan bahwa peristiwa di Colorado ini membuat sudah waktunya ada undang-undang yang lebih ketat tentang siapa-siapa saja yang boleh membeli senjata api dan jenis senjata api mana yang boleh mereka beli.

    Wali Kota New York, Bloomberg, yang juga menjadi Wali Kota Melawan Senjata-senjata Ilegal, menantang para politikus untuk bersikap dan membuat undang-undang kepemilikan senjata api menjadi lebih jelas.

    “Mungkin sudah saatnya dua orang yang saat ini berebut ingin menjadi presiden Amerika Serikat berani mengatakan kepada kita apa yang akan mereka lakukan,” kata Bloomberg di sebuah radio, Jumat lalu. “Karena sudah jelas, ini merupakan persoalan di seluruh negara bagian di negeri ini.”

    Hasil jajak pendapat juga menunjukkan bahwa kebanyakan warga Amerika mendukung adanya undang-undang senjata yang lebih ketat. Ini membutuhkan political will yang kuat dan menjadi satu keputusan politik yang penting karena akan ada banyak orang lainnya yang akan menentang. Para penentang ini akan dengan lantang bersuara bahwa memiliki senjata api tidak dengan sendirinya akan menjadi penyebab utama terjadinya kekerasan senjata api.

    REUTERS | ABC NEWS | WIKIPEDIA | GRACE S. GANDHI

    Berita Terkait:
    Obama Kunjungi Keluarga Korban di Colorado
    Teror Batman Mengulang Insiden 13 Tahun Lalu
    Warner Bros Tarik Iklan Batman di Televisi

    Penonton Film Batman Dijaga Polisi

    Teror Batman, Obama Batal Kampanye

    Sembilan Penembakan Paling Brutal di Amerika

    Data Korban Teror Batman di Indonesia, Belum Ada
    Penembak Batman Mirip dengan Aktor Heath Ledger

    WNI Korban Penembakan Batman Dioperasi

    Batman Batal Tayang Perdana di Paris, Fans Kecewa

    Detik-detik Menegangkan Penembakan Colorado


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.