Kandidat Republik Saling Serang di New Hampshire

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitt Romney. (edsopinion)

    Mitt Romney. (edsopinion)

    TEMPO.CO, WASHINGTON:--Persaingan sengit dengan komentar yang saling menjatuhkan terjadi dipanggung debat terbuka calon kandidat presiden dari Partai Republik di New Hampshire. Kandidat unggulan Mitt Romney yang sebelumnya merebut pemilihan di negara bagian yang dinilai bergengsi, Iowa, jadi target berondongan kritik para rival politiknya.

    Para rival menuding pimpinan perusahaan investasi Bain Capital sebagai predator korporat. "Dia seperti menjarah perusahaan, membuat orang menjadi pengangguran dan keluar dengan mengambil jutaan dolar," kata Newt Gingrich seperti yang dikutip BBC, Selasa 10 Januari 2012.


    Seolah tak mau kalah, Romney pun menjawab semua kritikan dengan diplomatis. Ia mengaku bangga dengan prestasi yang telah diraihnya, termasuk dalam hal pekerjaan. "Sebenarnya politik bukan akhir karier saya. Semangat saya hanya untuk keluarga,agama,dan negara," ujarnya.

    Jika Romney menang besar di pemilu pendahuluan New Hampshire, ia dipastikan masuk bursa calon presiden dari Republik untuk pemilihan presiden 2012. Sejumlah pengamat politik di Amerika yakin, politikus berusia 64 tahun itu kandidat Republik paling tangguh. Sejauh ini, Romney tercatat sebagai kandidat paling siap secara finansial.

    "Dia kandidat paling siap," demikian Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Suffolk, David Paleologos. Pasalnya, Romney juga berhasil melampaui badai kritik yang ditujukan kepadanya di New Hampshire.

    Warga New Hampshire akan memilih diantara enam kandidat calon presiden partai Republik hari ini. Selain Romney dan Gringrich, ada Mantan gubernur Utah Jon Huntsma, Kemudian mantan senator Pennsylvania, Rick Santorum, Ron Paul dan Rick Perry.

    BBC | Huffington Post | Reuters | Sandy Indra Pratama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.