Diduga Ada Motif Politik Seputar Pemakaman Kim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rakyat Korea Utara menangis setelah mendengar kabar wafatnya pemimpin mereka Kim Jong Il di Pyongyang (19/12). Kim Jong-il wafat di kereta dalam sebuah perjalanan untuk memberikan

    Rakyat Korea Utara menangis setelah mendengar kabar wafatnya pemimpin mereka Kim Jong Il di Pyongyang (19/12). Kim Jong-il wafat di kereta dalam sebuah perjalanan untuk memberikan "bimbingan" AP/Kyodo News

    TEMPO.CO, Seoul -- Pemerintah Korea Utara (Korut) bakal mengerahkan pelayat dalam jumlah besar untuk menghadiri pemakaman pimpinan besar mereka, Kim Jong-il, Rabu pekan ini. Selain untuk penghormatan kepada mendiang pemimpin besar Korut, pengerahan massa juga bertujuan untuk memperlihatkan kekuatan rakyatnya sepeninggal Kim.

    Pengerahan massa besar-besaran juga pernah dilakukan pada tahun 1994 di Pyongyang saat pemimpin besar Korea kala itu, Kim il-Sung, meninggal dunia. "Pawai besar rakyat memperlihatkan loyalitas pada dinasti pemimpin," ujar Yang Moo-Jin, pengamat Korea Utara dan Seoul University.

    Namun ada prediksi yang berbeda kali ini. Kedatangan para pelayat tidak akan setulus saat Kim Il-Sung wafat. Terdapat motif lain yang tertangkap dalam pemakaman Kim Jong-il. "Kali ini ada motivasi politik yang kental," ujar Yang Moo-Jin.

    Pemerintahan Komunis Korea Utara sudah mendeklarasikan anak bungsu Kim, Kim Jong-Un, sebagai pewaris tahta sepeninggal ayahnya yang mangkat pada usia 69 tahun pada 17 Desember lalu. Namun, hingga saat ini, pengaruh Jong-Un belum sebesar ayahnya.

    "Pemakaman menjadi salah satu cara memperkenalkan Jong-Un," ujar para peneliti dari The Pacific Forum.

    Diprediksikan pada hari pemakaman, dua juta orang akan menunggu arak-arakan jenazah Kim Jong-il di pinggir jalan.

    SANDY INDRA PRATAMA | ASIAONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.