Libya Tolak Serahkan Saif ke Mahkamah Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saif al-Islam (kiri) dan ayahnya, Muammar Gaddafi. REUTERS/Chris Helgren (kiri) and Jamal Saidi

    Saif al-Islam (kiri) dan ayahnya, Muammar Gaddafi. REUTERS/Chris Helgren (kiri) and Jamal Saidi

    TEMPO Interaktif, TRIPOLI- Pemerintahan sementara Libya menolak menyerahkan Saif Al Islam, putra Muammar Qadhafi ke Mahkamah Internasional (ICC) untuk diadili. " Saif akan tetap diadili di Libya", kata Menteri Kehakiman Mohammed al-Allagui, Selasa 22 November 2011.

    Pernyataannya itu dibuat ketika Kepala Penuntutan Mahkamah Internasional  Luis Moreno-Ocampo berada di Tripoli untuk merundingkan soal yuridiksi Saif. Pun juga Kepala Intelijen rezim Qadhadi, Abdullah al-Senussi. Keduanya dicari pengadilan itu atas tuduhan-tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    "Pokoknya, kami tidak akan menyerahkan dia," kata Allagui ketika ditanya tentang Seif, yang ditangkap di selatan gurun Sahara Libya setelah tiga bulan lari.

    Menjawab pertanyaan AFP apakah dia berharap untuk menemui Saif dalam kunjungan itu, Moreno Ocampo mengatakan: "Tidak"

    Seperti diketahui, Saif ditangkap di kota bukit Berber, Zintan di Pegunungan Nafusa sekitar 170km barat daya Tripoli, Sabtu lalu. Saif dan Kepala Keamanan Qadhafi dan saudara iparnya, Abdullah al-Senussi menjadi buron utama setelah rejim Qadhafi terguling.

    Ketiganya juga diburu Mahkamah Internasional atas tuduhan kejahatan kemanusiaan menyusul pemberontakan menentang Qadhafi, Februari lalu. ICC bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap ketiga orang itu pada 27 Juni.

    Sejumlah pejabat NTC dan militer mengatakan, Abdullah al-Senussi ditangkap di daerah Al-Guira di Libya selatan pada Minggu, sehari setelah penangkapan Saif.

    WDA | AP | REUTERS | ANT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.