Obama Cium 'Mesra' Perdana Menteri Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Australia Julia Gilard berciuman saat kunjungan kenegaraan di Darwin, Australia, (17/11). news.co.au

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Australia Julia Gilard berciuman saat kunjungan kenegaraan di Darwin, Australia, (17/11). news.co.au

    TEMPO Interaktif, Darwin - Ada momen menarik saat Presiden Barack Obama melakukan tur delapan hari ke kawasan Asia-Pasifik. Orang nomor satu Amerika Serikat yang tidak didampingi istri dan anaknya itu terlihat berciuman dengan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard.

    Mereka tampak mesra. Gillard yang mengenakan jas putih serasi dengan Obama yang dibalut kemeja putih. Bahkan, di satu sesi Gillard terlihat mendekatkan tangannya ke arah bagian belakang tubuh Obama. Momen ini bisa menjadi gambaran keintiman hubungan Amerika Serikat dan Australia.

    Obama memulai kunjungan delapan hari di kawasan Asia Pasifik. Ia berada di Australia sejak 16-17 November sebelum menginjakkan kaki di KTT ASEAN di Bali.

    Usai cium mesra, Obama kembali menegaskan komitmennya terhadap Asia-Pasifik di hadapan anggota parlemen Australia. “Amerika Serikat adalah kekuatan Asia-Pasifik dan kami di sini untuk tinggal,” kata Obama di Darwin, Australia. Komitmen ini diutarakan sehari setelah kesepakatan Amerika untuk menempatkan 2.500 marinir mulai tahun depan di sana.

    Kesepakatan Amerika dengan Australia ini juga dimaksudkan untuk meredam kekuatan Cina yang semakin merajalela di kawasan tersebut. Kendati begitu, Obama menolak anggapan bahwa perjanjian militer di antara kedua negara bertujuan untuk mengisolasi Cina. “Kami tak takut dan tak mengisolasi Cina,” ujarnya menepis kekhawatiran Negeri Tirai Bambu itu.

    RUDY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.