Gempa Turki Ancam Keberadaan Gereja Armenia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berusaha menyelamatkan penduduk yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa di desa Tabanli village, kota Van, Turki, (23/10).  AP/ Abdurrahman Antakyali, Aatolia

    Warga berusaha menyelamatkan penduduk yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa di desa Tabanli village, kota Van, Turki, (23/10). AP/ Abdurrahman Antakyali, Aatolia

    TEMPO Interaktif, Van - Nasib gereja bersejarah peningggalan Armenia di Pulau Akdanmar, Turki, masih belum jelas pascagempa berkekuatan 7,2 SR yang menguncang negara itu. Armenia adalah daerah kekaisaran yang kaya akan budaya hingga pada akhir abad ke-1 dan daerahnya terbentang mulai dari Laut Hitam hingga Laut Kaspia.

    Gereja bernama the Holly Cross di Pulau Akdamar merupakan gereja Armenia yang dibangun pada abad 10. Inilah salah satu relik terakhir budaya Armenia yang tersisa di Turki. Sebelumnya pemerintah membuka kembali Pulau Akdamar sebagai isyarat perdamaian dengan Armenia.

    Gereja itu merupakan salah satu contoh paling luhur dari arsitektur religius Armenia. Gereja ini dibangun oleh arsitek Uskup Manuel antara 915 dan 921 Masehi selama pemerintahan Raja Armenia Gagik Ardzrouni dari Dinasti Vaspurakan.

    Awalnya komplek bangunan termasuk jalan-jalan, kebun, dan taman bertingkat mengelilingi istana dan gereja. Dibangun berbentuk salib dan atap kubah kerucut di dalam, bangunan ini terbuat dari batu tufa berwarna merah yang dibawa ke pulau yang jauh dari tambang itu.

    Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan setidaknya 93 orang tewas dan 10 bangunan runtuh di Van, tapi tak ada yang bisa memastikan keadaan gereja di Akdamar Island. Media Turki juga mengatakan saluran telepon dan listrik telah dipotong dan pusat gempa berada di Desa Tabanli, 20 kilometer sebelah utara dari Kota Van.

    ILHAM I REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.