20 Anggota Oposisi Malaysia Membelot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi (kanan) menyapa anggota Partai Umno di Kuala Lumpur, (26/03). AP Photo/Lai Seng Sin

    Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi (kanan) menyapa anggota Partai Umno di Kuala Lumpur, (26/03). AP Photo/Lai Seng Sin

    TEMPO Interaktif, Bandar Baharu - Menjelang pemilihan umum yang rencananya dipercepat oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, puluhan anggota partai oposisi, Partai Islam Se-Malaysia (PAS), membelot. Seperti dilaporkan kemarin, 20 anggota PAS berhenti dan bergabung dengan kelompok pendukung pemerintah, UMNO.

    Mereka adalah anggota PAS di Kampung Permatang Pasir, Bandar Baharu. Kelompok pembelot itu dipimpin oleh Saridah Md Noh, 42 tahun. Mereka melamar masuk UMNO wilayah Kulim, yang dipimpin oleh Abdul Aziz Sheikh Fadzir saat Lebaran lalu.

    Menurut Saridah, dia bersama 19 temannya, yang pernah aktif di PAS selama 15 tahun, membelot karena lelah melihat pemimpin partai mereka yang terus bentrok satu sama lain. Dia menambahkan, langkah berani ini juga akan diikuti anggota PAS lainnya.

    PAS bergabung membentuk kubu oposisi Pakatan Rakyat bersama Partai Keadilan Rakyat, yang dipimpin oleh Anwar Ibrahim, dan Partai Aksi Demokratik. Pada Pemilu 2008, Pakatan Rakyat berhasil menguasai empat negara bagian Malaysia, yakni Kelantan, Kedah, Selangor, dan Penang.

    Belakangan, pamor Pakatan merosot terkait dengan konflik di masing-masing tubuh partai dan masalah yang membelit ketuanya, Anwar Ibrahim. Perdana Menteri Najib pun berusaha memanfaatkan situasi ini dengan mempercepat pelaksanaan pemilu.

    Kendati demikian, Anwar tak mau menyerah. Ia terus mengingatkan anggotanya untuk berfokus pada masalah kebijakan di bidang sosial-ekonomi daripada melawan politik kotor yang dilancarkan lawan politik mereka menjelang pemilu.

    Dalam ceramah pertamanya, setelah rekaman video skandal seksnya beredar di Internet dan Najib mengumumkan reformasi politik, Anwar mengatakan Pakatan tidak boleh terseret ke lubang gelap dan politik kotor sekalipun tawaran yang diberikan ke masyarakat menarik.

    Termasuk soal pencabutan undang-undang subversif, Anwar mengatakan ada masalah lain yang juga penting, yakni sosial-ekonomi dan korupsi yang masih menjadi fokus perjuangannya.

    BERNAMA | FREE MALAYSIA TODAY | SUNARIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.