Tiga Bandara New York Dibuka Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat di landasan pacu bandara John F. Kennedy, New York. AP/Mark Lennihan

    Pesawat di landasan pacu bandara John F. Kennedy, New York. AP/Mark Lennihan

    TEMPO Interaktif, New York - Tiga bandara udara utama di New York, Amerika Serikat, yang ditutup akibat badai Irene hari Sabtu pekan lalu kini sudah dibuka kembali, Senin, 29 Agustus 2011 pagi atau Senin malam waktu Indonesia.

    Ketiga bandara itu di antaranya Bandara Internasional John F. Kennedy di New York dan Bandara Newark di New Jersey. Menyusul kemudian, seperti dikutip dari laman Federal Aviation Administration adalah Bandara LaGuardia.

    Ketiga bandara itu ditutup sejak Sabtu setelah badai Irene bergerak mendekati kawasan tersebut. Akibat penutupan itu, sedikitnya 10.000 penerbangan dibatalkan di wilayah timur AS.

    American Airlines, British Airways, Air France, dan sejumlah maskapai penerbangan misalnya, telah membatalkan banyak penerbangan ke dan dari Eropa dan Asia pada hari Senin ini. Bahkan, maskapai penerbangan Kanada telah membatalkan lebih dari 100 penerbangan di Toronto Pearson, Minggu. Di antara penerbangan yang terpengaruh adalah yang tiba di dan berangkat dari New York, Washington, Philadelphia, dan Boston.

    Sejumlah penerbangan di bandara di Ottawa, Montreal, dan Halifax juga dibatalkan karena Irene yang melanda sejumlah negara bagian di AS, Sabtu.

    Jutaan rumah dan bisnis terkena dampak bencana ini, sementara sekitar 20 orang meninggal saat Irene menggempur North Carolina, Virginia, Maryland, Delaware dan Pennsylvania, serta Kota New York dan Washington, DC

    Christopher Ward, Direktur Eksekutif Otoritas Bandara New York dan New Jersey, yang mengelola wilayah bandara dan fasilitasnya, berharap layanan penerbangan dapat mulai berfungsi kembali hari Senin dan secara normal pada hari Selasa.

    WDA | REUTERS | ANT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.