Amerika Hengkang, Muqtada Datang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayad Allawi (kiri) bertemu dengan Sayyed Muqtada al-Sadr, di Damaskus, Siria.(AP Photo/Bassem Tellawi)

    Ayad Allawi (kiri) bertemu dengan Sayyed Muqtada al-Sadr, di Damaskus, Siria.(AP Photo/Bassem Tellawi)

    TEMPO Interaktif, Bagdad -Ulama muda itu kembali menancapkan kukunya di kota suci Najaf, Irak, kemarin. Lewat pidatonya selama lebih dari setengah jam, Muqtada Al-Sadr menyerukan perlawanan besar-besaran terhadap pendudukan Amerika Serikat di Irak. "Ikuti apa kata saya. Tidak, tidak untuk Amerika!" katanya di hadapan lebih dari 20 ribu orang di sana. 

    Massa pendukungnya pun menyahut sembari mengibarkan bendera Irak dan foto sang ulama berumur 37 tahun itu. Bukan hanya itu, mereka pun saling berebutan untuk bisa melihat Muqtada, yang baru Kamis pekan lalu pulang kampung ke Najaf, setelah empat tahun bersembunyi di Iran. 

    "Tangan kita tak akan menyentuh orang-orang Irak," ujarnya seraya mengatakan rakyat Irak adalah satu bangsa. "Kita tak setuju terhadap beberapa kelompok yang melakukan pembunuhan. Target kita penjajah." Lalu, sekonyong-konyong ia meminta massa mengikuti ucapannya. 

    "Demi persatuan Irak, ikuti perkataan saya!" ujar Muqtada. "Ya, ya untuk Irak! Ya, ya untuk perdamaian! Ya, ya untuk kerukunan!" Dan massa pun mengikuti kata-kata putra mendiang ulama Syiah Irak, Ayatullah Muhammad Sadiq al-Sadr, yang tewas dibunuh semasa rezim Saddam Hussein pada 1999, itu. 

    Departemen Pertahanan Amerika Serikat menandai Muqtada sebagai sosok yang menjadi ancaman besar bagi stabilitas di Irak pada 2006. Maklumlah, ketika itu Tentara Mahdi pimpinan Muqtada berulang kali melancarkan serangan terhadap pasukan koalisi pimpinan Amerika. Washington menuding Tentara Mahdi berada di balik pembantaian ribuan orang. 

    Belakangan, Muqtada menghentikan kegiatan Tentara Mahdi setelah Angkatan Bersenjata Irak dan pasukan Amerika Serikat melakukan serangan besar-besaran ke seluruh pangkalan mereka di Bagdad dan Irak selatan pada 2008. Anggota Tentara Mahdi pun ditangkapi. Alhasil, gencatan senjata pun digelar dan Muqtada memerintahkan milisinya tiarap. 

    Tindakan itu pun dipuji sejumlah komandan militer Amerika di Irak. Katanya, tindakan Muqtada tersebut telah membantu mewujudkan penurunan penting tingkat aksi kekerasan di seluruh Irak. Terlebih dengan rencana penarikan semua anggota pasukan Amerika Serikat dari Irak pada tahun ini. 
    Lagi pula, pengikut Muqtada berperan penting dalam pembentukan pemerintahan Al-Maliki kedua.

    AP | REUTERS | USATODAY | ANDREE PRIYANTO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?