Beredar Foto Diskotek Mirip Masjid  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Metro.co.uk)

    (Metro.co.uk)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam dua hari terakhir, sebuah pesan dan foto diskotek dengan arsitektur masjid beredar di Blackberry Messanger. Foto tersebut  menyebutkan La Meca, diskotek di Aguila, Murcia Spayol. Dalam pesan tersebut juga mengutip kecaman dari Sekretaris Persatuan Masyarakat Islam Murcia, Mohammed Reda e-Qady. 


    Foto itu memperlihatkan sebuah bangunan dengan kubah dengan cahaya warna-warni. Setelah menelusuri pesan tersebut, memang benar ada diskotek di Aquila namun namanya sudah berganti bukan lagi La Meca tapi La Isla. Polemik atas berdirinya diskotek dengan bangunan mirip masjid ini juga sudah merebak beberapa bulan lalu.   

    Seperti di laman situs Metro.co.uk pada September lalu, memuat sebuah artikel yang menyebutkan sebuah diskotek di Spanyol akan berganti nama setelah mendapat kecaman dari umat Muslim. Nama diskotek La Meca dianggap menghina simbol kota suci umat Muslim, Mekah. Selain mengganti nama, pemilik disktotek juga mengganti semua hal yang berbau Muslim seperti huruf dan logo klub tersebut. 
     
     
    Sebelum dijadikan diskotek, bangunan yang terletak di kota yang terletak di pinggir laut Mediterania itu adalah resort terkenal pada 1980-an hingga 1990-an, resort tersebut memang bergaya bangunan mediterania dengan kubah yang identik dengan umat Muslim. Resort tersebut ditutup dan dibuka lagi pada 19 Juni 2010 dan berganti wujud menjadi diskotek. 

    Dalam situs simplynetworking.es, polemik ini timbul setelah ada seorang Muslim datang untuk melamar pekerjaan di sana, dia kaget setelah melihat nama, bangunan dan ciri-ciri Islam di diskotek itu. Sampai akhirnya meledak dan sejumlah umat Muslim Spanyol protes. 

    Mounir Benjelloum, wakil presiden Federasi Islam bertemu dengan pemilik diskotek. Pemilik tersebut berdailih, mereka tidak berniat menyerang siapapun. "Kami pengusaha, tidak mengerti agama, beberapa warga setempat mengusulkan nama tersebut sebagai nostalgia," kata Benjelloun menirukan pemilik. Menurut si pemilik, tempat disko La Meca itu dibuka pada 1989 sebagai bagian dari resort,  banyak orang yang suka dengan tempat ini sehingga nama itu dipakai lagi. 

    Kini nama diskotek itu sudah bukan La Meca, tapi La Isla seperti yang tercantum dalam situs diskotek tersebut. Bentuk huruf yang semula mirip dengan huruf Arab juga berubah menjadi huruf biasa. Yang tersisa hanya kubah dan bentuk bangunannya yang sepintas mirip masjid. 
     
    PGR  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.