Dua Tewas Akibat Banjir di Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir melanda Filipina. Foto: electronic.districsides.com

    Banjir melanda Filipina. Foto: electronic.districsides.com

    TEMPO Interaktif, Manila - Sedikitnya dua orang tewas dan 4.000 lainnya mengungsi seiring dengan hujan monsun menimbulkan banjir dan tanah longsor di Albay dan Sorsogon, Filipina. Menurut Gubernur Albay, Joe Salceda, dan Superintenden Senior William Macavinta secara terpisah kemarin, korban adalah Lolita Dadap, 80 tahun, dan putranya, Antonio, 50 tahun. Korban hanyut oleh derasnya air kala mereka menyeberang di sebuah tempat pembuangan sampah di Kota Manito menuju lokasi pengungsian, Rabu tengah malam lalu.

    "Kami sudah mengevakuasi mereka pagi sebelumnya, tapi tampaknya nenek dan putranya itu kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang pribadi. Sebelum matahari terbenam, mereka kembali ke tempat pengungsian dan lalu terjebak banjir di tempat pembuangan sampah," ujar Salceda. Menurut Macavinta kepada Inquirer, tubuh mereka ditemukan kemarin pagi. 

    Salceda, yang mengepalai Dewan Penanggulangan dan Manajemen Risiko Bencana Provinsi Albay, sudah mendeklarasikan bahwa semua provinsi dalam keadaan bencana akibat tanah longsor dan banjir di Kota Malilipot, Santo Domingo, Bacacay, Manito dan Jovellar. Total 835 keluarga atau 3.947 orang diungsikan ke berbagai kamp evakuasi. 

    Salceda menambahkan, mayoritas pusat kota Legazpi terendam air setinggi lutut akibat hujan deras terus-menerus turun di Albay dan bagian lain kawasan Bicol selama enam hari terakhir. Hal ini meningkatkan bahaya tanah longsor dan banjir, yang mendorong lebih banyak warga mengungsi ke luar rumah.

    Salceda menyebutkan zona konvergensi antara tropis, seperti gangguan cuaca, lebih berbahaya daripada angin topan dan badai yang bisa diperingatkan. "Ini seperti pembunuh diam-diam yang berbahaya karena tak terdeteksi oleh sistem peringatan apa pun."

    Untuk mencegah insiden serupa ke depan, dia mendesak Badan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina menyediakan alat sistem peringatan untuk ITCZ, yang mampu memberi peringatan mirip sistem peringatan selama depresi tropis dan taifun. 

    Pemerintah mulai mengevakuasi warga dari area-area yang terkena banjir dan tanah longsor pada Jumat pekan lalu. Namun, menurut Salceda, bakal makin banyak warga diungsikan seiring dengan perkiraan biro peramal cuaca bahwa hujan akan turun hingga 2 Januari 2011. Menurut Radio Inquirer, jalan-jalan utama di tujuh kota di Casiguran, Sorsogon, terganggu akibat banjir, yakni Rizal, San Pascual, Santa Cruz, Burgos, Tiris, Casay, dan Tingladian. 

    Inquirer.net | The Straits Times | Dwi Arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.