Wikileaks: Cina dan AS Sorot Reformasi TNI dan Transparansi Birokrasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Eugene Hoshiko

    AP/Eugene Hoshiko

    TEMPO Interaktif, Beijing - Laporan kantor perwakilan pemerintah Amerika Serikat mengenai Indonesia mulai muncul di situs Wikileaks. Dalam dokumen dengan nomor 07BEIJING1448 di Wikileaks, terungkap pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah Cina memiliki kepentingan dengan Indonesia. 

    Mereka berkepentingan dan ingin bekerjasama untuk terus mendorong proses demokratisasi, pertumbuhan ekonomi dan pemberantasan terorisme. Selain itu, pemerintah Amerika dan Cina juga ingin proses reformasi militer di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus berjalan. 

    Laporan ini ditulis oleh pejabat kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beijing. Laporan kawat diplomatik ini dikirim pada 5 Maret 2007. Kawat tersebut berisi hasil pertemuan antara Asisten Menteri Luar Negeri Cina, Cui Tiankai dan Direktur Jenderal urusan Asia, Hu Zhengyue, dengan Deputi Asisten Menlu Amerika Serikat urusan Asia Timur dan Pasifik, Eric John, di Beijing pada hari yang sama laporan dikirim.  

    Dalam pertemuan itu, mereka juga mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengambil langkah-langkah positif dalam pemerintahannya. Langkah yang dimaksud adalah transparansi publik, akuntabilitas dan reformasi militer. Amerika dan Cina sepakat untuk terus mendukung Yudhoyono melakukan transparansi dalam birokrasi di Indonesia. 

    Menurut John, reformasi TNI dan transparansi birokrasi penting karena akan mengundang investasi asing untuk masuk. "Karena itu kita harus menekan reformasi tenaga kerja, peraturan investasi dan penegakkan hukum di Indonesia," ujar John yang dikutip dalam kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika di Beijing yang dikeluarkan 
    Wikileaks pada Minggu (12/12). 
     
    POERNOMO GR 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.