'Carla Bruni-Sarkozy Ditolak di Vatikan'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicolas Sarkozy dan Carla Bruni-Sarkozy. AP

    Nicolas Sarkozy dan Carla Bruni-Sarkozy. AP

    TEMPO Interaktif, Paris - Paus Benediktus XVI mengatakan kepada Presiden Prancis Nicolas Sarkozy bahwa istri Sarkozy, Carla Bruni-Sarkozy, tidak diterima di Vatikan dalam kunjungan Sarkozy beberapa waktu lalu. Menurut Paus Benediktus XVI, 'penolakan' tersebut terjadi karena kekhawatiran media massa Italia bakal mempublikasikan foto-foto syur Bruni.

    Kabar yang beredar di Prancis menyebutkan pejabat di Vatikan mengirim pesan ke Duta Besar Prancis mengenai kekhawatiran terhadap Bruni yang lahir di Italia. Pesan tersebut dikirimkan terkait pertemuan Sarkozy selama 30 menit dengan Paus Benediktus XVI. Pesan tersebut berbunyi: Carla tidak diterima di Vatikan.

    Media mingguan Le Canard Enchaine menulis Paus khawatir keberadaan Bruni bakal memicu media massa di Italia mempublikasikan foto-foto bugil Bruni saat ia masih menjadi model.

    "The Holy See (Paus) ingin menghindari publikasi foto Carla dan Paus di halaman depan media massa dan di sampingnya terdapat foto yang lebih syur (dari Carla)," tulis Le Canard Enchaine.

    Akibatnya, Bruni, 43 tahun, tetap tinggal di Paris ketika Sarkozy mengunjungi Vatikan.

    Foto Bruni berpakaian minim ataupun tanpa busana saat ia masih menjadi model kerap ditampilkan di media massa Prancis maupun internasional.

    Sebuah majalah di Spanyol menampilkan foto Bruni hanya mengenakan sepatu boots tinggi di sebuah sofa berkulit hitam beberapa pekan sebelum  Bruni menikah dengan Sarkozy pada Februari 2008.

    Foto syur hitam putih Bruni dilelang di Christie beberapa hari setelah kunjungan pertamanya sebagai ibu negara Prancis ke Inggris pada Maret 2008.

    Pihak Elysee Palace di Paris tidak memberikan komentar mengenai alasan mengapa Bruni tetap di Paris saat Sarkozy mengunjungi Vatikan.


    TELEGRAPH| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.