Alien Susupi Instalasi dan Matikan Bom Nuklir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc

    sxc

    TEMPO Interaktif, Washington - Pilot militer Amerika Serikat melansir kesaksian mengejutkan: mahluk luar angkasa telah mendarat, menyusup ke instalasi nuklir Inggris dan mematikan bom nuklir yang sudah aktif. 

    Pensiunan Kapten Robert Salas menyaksikan langsung peristiwa itu pada 16 Maret 1967 saat bertugas di Pangkalan Angkatan Udara Malmstorm. Di instalasi militer yang menyimpan misil nuklir "Minuteman" itu melihat sebuah objek terbang tepat di atas misil yang sudah siap luncur.

    "Sebanyak 10 misil Minuteman langsung mati," ujarnya seperti dikutip dari situs berita Telegraph, Selasa (28/9). Menurutnya, kejadian yang sama berulang di instalasi lain sepekan kemudian.

    Dia yakin benda yang tidak teridentifikasi itu memiliki ketertarikan besar terhadap rudal-rudal nuklir. "Mereka jelas bukan berasal dari Planet Bumi," kata Salas.

    Mantan tentara lain menyaksikan hal serupa. Masih di Inggris, Pensiunan Kolonel Charles Halt mengaku melihat Unidentified Flying Object alias UFO di bekas Pangkalan Udara Militer Bentwaters, dekat Ipswich, 30 tahun lalu.

    Benda terbang itu memancarkan cahaya ke arah pangkalan. "Lalu saya mendengar di radio tentara bahwa alien mendarat di area penyimpanan nuklir," katanya. Pangkalan itu kini beralih jadi pangkalan udara milik AS, US 81st Tactical Fighter Wing.

    Setali tiga uang dengan Kapten Bruce Fenstermacher, mantan petugas Angkatan Udara AS. Dia mengklaim menyaksikan UFO terbang statis di atas instalasi nuklir di Wyoming, Inggris, pada 1976.

    Menurut para purnawirawan ini, pemerintah AS dan Inggris sukses menutupi kabar itu, baik dulu dan sekarang. Dalam presentasi di Washington, AS hari ini, mereka mendesak pemerintah kedua negara untuk membuka fakta itu ke publik.

    REZA M



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.