Serangan di Jama Masjid, Dua Turis Terluka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi India berdiri di depan Jama Mesjid, New Delhi usai terjadinya penyerangan. AP/Anupam Nath

    Polisi India berdiri di depan Jama Mesjid, New Delhi usai terjadinya penyerangan. AP/Anupam Nath

    TEMPO Interaktif, New Delhi -Menjelang perhelatan Commonwealth Games yang digelar bulan depan, dua orang yang mengendarai motor meluncurkan sejumlah tembakan di sekitar objek turis Jama Masjid di New Delhi, India Minggu (19/9). Akibat insiden ini, dua turis asal Taiwan terluka.

    Dua turis tersebut adalah Zeseweiu Ku dan Chiang Kh. Saat insiden berlangsung mereka berada di dalam sebuah bus yang berisi turis. Keduanya pun dilarikan ke Rumah Sakit Nayak Jaiprakash. Menurut kabar terakhir keduanya dalam kondisi stabil.  

    "Dua orang yang melakukan penembakan belum diketahui identitasnya, mereka memakai helm dan jas hujan, mereka menggunakan kaliber 38," kata Komisioner Polisi Delhi, Karnail Singh. "Saat ini mereka sedang diburu, Delhi dalam siaga satu."

    Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 hari ini atau sekitar 12.30 waktu Jakarta. Dua pengendara motor memuntahkan sekitar 7-8 peluru ke arah bus yang membawa para turis. Penembakan terjadi di dekat gerbang 3 Jama Masjid, gerbang ini biasa dilalui oleh para turis. Sekitar 100 meter dari rumah Imam Jama Masjid Ahmed Bukhari.

    Sementara sebuah mobil Maruti 800 terbakar di dekat insiden penembakan menambah kepanikan. Sebuah mobil penjinak bom dan mobil pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi kejadian. Namun, polisi belum menemukan bahan peledak di mobil tersebut.

    Gubernur Delhi Sheila Dikshit menyesalkan kejadian ini. Namun, ia meminta agar warga Delhi tidak panik. "Saya sudah berhubungan dengan polisi, mereka menyelidiki kejadian ini, semua dalam kondisi yang terkendali," ujarnya.

    TIMES OF INDIA I PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.