Warga Palestina Yang Menyerang Kedutaan Turki Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadim Injaz. AP/Eli Dassa

    Nadim Injaz. AP/Eli Dassa

    TEMPO Interaktif, Tel Aviv - Seorang warga Palestina yang menerobos masuk Kedutaan Besar Tukri di Tel Aviv, Israel, yang mencoba untuk mengambil sandera dan meminta suaka telah diserahkan ke otoritas Israel dinihari tadi, mengakhiri sebuah ketegangan.

    Tujuh jam setelah dia memaksa masuk ke kedutaan, si penyerang telah diamankan ke luar dari keduataan dan dimasukkan ke sebuah ambulan Israel. Mengenakan kaos biru langit dan pincang sedikit karena luka tembak, dia mengangkat tangan sejenak dan berteriak sebelum polisi Israel dan petugas medis menenangkannya.

    Sekitar satu jam sebelumnya, pemerintah Turki mengatakan situasi telah terkendali. "Penjaga keduataan kami telah menetralkan secara individual begitu dia mencoba mengambil soerang wakil konsul sebagai sandera setelah dia berteriak meminta suaka politik," demikian pernyataan Kedutaan Besar Turki. Pria yang membuat ketegangan di kedutaan mulai kemarin sore itu bersenjatakan sebuah pisau, sekaleng minyak dan sebuah senapan yang ternyata mainan.

    Juru bicara Menteri Luar Negeri Isarel Yigal Palmor mengidentifikasi bahwa pria penyerang itu bernama Nadim Injaz. Dia seorang warga Palestina dari Ramallah, Tepi Barat.

    Adapun polisi Israel pagi tadi mengatakan Injaz baru-baru ini baru saja dibebaskan dari penjara setelah dihukum beberapa waktu karena sebuah serangan ke Kedutaan Besar Inggris empat tahun lalu, juga karena menuntut suaka.

    AP | BBC | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.