Gereja Ortodoks Yunani Protes Israel Propertinya Dijual ke Yahudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pandangan umum dari menara Gereja Redeemer terlihat sebuah kubah Dome of the Rock di kota tua Yerusalem. middleeastmonitor.com

    Pandangan umum dari menara Gereja Redeemer terlihat sebuah kubah Dome of the Rock di kota tua Yerusalem. middleeastmonitor.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan Israel yang menyetujui penjualan properti gereja kepada perusahaan-perusahaan Yahudi yang ingin memperluas kehadiran mereka di Kota Tua Yerusalem.

    Gereja telah menantang kesepakatan properti di pengadilan selama dekade terakhir, dengan alasan bahwa hal itu dilakukan secara tidak sah oleh pemimping gereja  terdahulu yang telah digulingkan.

    Baca: Pertama Kali, Israel Menunjuk Hakim Perempuan Muslim

    Theophilos III, Pemimpin Gereja Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, Palestina dan Yordania, pada sebuah konferensi pers di Amman pada Sabtu malam pekan lalu, pihaknya mengatakan, pihaknya menolak secara terbuka dan jelas keputusan Pengadilan Distrik Yerusalem dua minggu yang lalu.

    Keputusan tersebut menghidupkan kembali kemarahan orang-orang Kristen Palestina tentang penjualan rahasia dua hotel terkenal dan bangunan sekitarnya di dekat Gerbang Jaffa Kota Tua, oleh Irenios I, pemimpin Gereja Ortodoks Yunani,  pada tahun 2005. Irenios 1 kemudian diturunkan dari jabatannya.

    Pengadilan Distrik Yerusalem membuka jalan bagi tiga properti besar di dekat Gerbang Jaffa Kota Tua untuk disewa selama 99 tahun kepada Ateret Cohanim, sebuah perusahaan yang telah membeli properti untuk orang Yahudi di wilayah Arab.

    Baca: Pembangunan Permukiman, Israel Abaikan Resolusi PBB

    "Keputusan bias ini, yang tidak hanya mempengaruhi Patriarkat (pimpinan gereja), tapi juga menyerang di jantung Triwulan Kristen Kota Tua, sangat sensitif dan pasti akan memiliki efek paling negatif terhadap kehadiran orang Kristen di Tanah Suci,' kata Theophilos III memprotes putusan pengadilan.

    Theophilos III  juga mengungkapkan keprihatinannya tentang  upaya oleh beberapa anggota parlemen Israel untuk membatasi hak gereja dan denominasi Kristen lainnya di Tanah Suci untuk menangani secara independen kepemilikan real estatnya.

    Dia mendesak kepala gereja di dunia untuk bersikap menghadapi perkembangan yang mengkhawatirkan dan serius  yang akan mempengaruhi orang-orang Kristen di wilayah ini dan di seluruh dunia.

    Theophilos III memimpin 220.000 orang Kristen di Yordania, Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza. Gereja Orthodok Yunani adalah salah satu pemilik properti terbesar di Tanah Suci, termasuk di Kota Tua Yerusalem, salah satu daerah paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Termasuk tanah yang terdapat bangunan parlemen Israel, Knesset.

    MIDDLE EAST MONITOR|THE TIMES OF ISRAEL|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.