Polisi Filipina Baku Tembak Merebut Tawanan Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penembak jitu angkatan bersenjata Filipina. AP Photo/Bullit Marquez

    Penembak jitu angkatan bersenjata Filipina. AP Photo/Bullit Marquez

    TEMPO Interaktif, Manila - Komando kepolisian Filipina berhasil menyelamatkan warga negara Cina yang disandera selama 18 bulan oleh kelompok militan Islam di sebuah pulau terpencil bagian selatan negara itu.

    Kepala kepolisian nasional setempat Yesus Verzosa, Selasa (6/7), mengatakan Xili Wu yang juga dikenal sebagai Petrus Go, 30 tahun, tidak terluka setelah baku tembak selama 10 menit antara pasukan keamanan dan puluhan militan Abu Sayyaf pada Senin kemarin di lokasi penawanan di Pulau Jolo.

    Wu adalah tawanan terakhir asing yang tersisa yang dimiliki Abu Sayyaf, kelompok muslim kecil pemberontak pemerintah yang memiliki hubungan dengan al Qaidah dan Jemaah Islamiyah di Indonesia. Kelompok tersebut, menurut catatan kepolisian Filipina, terlibat kasus penculikan, pemerasan dan pembunuhan di Filipina selatan.

    "Wu masih dalam keadaan linglung, namun bersemangat tinggi. Wu diterbangkan ke Manila hari ini setelah pemeriksaan medis," kata Verzosa.

    Verzosa menjelaskan kelompok militan melarikan diri dan meninggalkan tawanan serta senjata, termasuk senapan mesin ringan dan granat roket. "Tidak ada yang terluka dalam pertempuran ini," ujar Verzosa.

    Ia menambahkan, Wu yang membawa visa tamu diculik di bawah todongan senjata di sebuah toko di Kota Jolo pada Desember 2008 oleh kelompok pemberontak itu.

    REUTERS l BASUKI RAHMAT
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.