Sepuluh Tentara NATO Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan milik NATO terbakar akibat serangan di Jalalabad, Aghanistan, Minggu (6/6). AP Photo/Rahmat Gul

    Sebuah kendaraan milik NATO terbakar akibat serangan di Jalalabad, Aghanistan, Minggu (6/6). AP Photo/Rahmat Gul

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Sepuluh tentara NATO terbunuh di Afghanistan pada hari yang paling naas dalam beberapa bulan ini, bagi Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF). Dalam insiden terburuk diantara beberapa serangan, lima tentara Amerika Serikat tewas dalam ledakan bom di Afghanistan timur.

    Lima tentara NATO lainnya terbunuh dalam serangkaian serangan di bagian selatan negara itu tempat ISAF bertempur melawan Taliban. Para pejuang perlawanan melancarkan pertempuran untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Amerika.

    Sementara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan tidak ada tentara Inggris yang terbunuh dalam berbagai serangan hari Senin (7/6) itu. Korban tewas ini terjadi pada saat 35.000 tentara tambahan yang dikirimkan oleh Presiden Barack Obama tiba di negara itu.

    Mereka sedang mempersiapkan operasi besar di Provinsi Kandahar di selatan, yang menjadi pusat perlawanan Taliban, dalam waktu dekat ini. Tetapi dengan semakin besarnya korban tewas, dukungan publik bagi operasi tersebut menjadi pudar. Sebagian pihak, baik di Eropa maupun Amerika, mempertanyakan apakah pertempuran lawan Taliban bisa dipertahankan.

    Pada saat ini ada sekitar 94.000 tentara Amerika di Afghanistan, dan jumlah itu diperkirakan akan mencapai sekitar 100.000 personel sesuai dengan janji Obama untuk menggencarkan gempuran anti-Taliban. Tentara NATO pertama kali bertempur di Afghanistan tak lama setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Washington.


    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.