241 Ribu Orang Tewas Sejak Amerika Serikat Perangi Taliban

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berkumpul di luar bandara bereaksi terhadap tembakan, di Kabul, Afganistan 18 Agustus 2021 dalam gambar yang diambil dari video.[ASVAKA NEWS via REUTERS]

    Orang-orang berkumpul di luar bandara bereaksi terhadap tembakan, di Kabul, Afganistan 18 Agustus 2021 dalam gambar yang diambil dari video.[ASVAKA NEWS via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat telah menginvasi Afganistan sejak 20 tahun lalu untuk memerangi kelompok Taliban. Sejak saat itu ratusan ribu orang baik warga sipil maupun tentara harus meregang nyawa.

    Penelitian The Watson Institute for International and Public Affairs, seperti dikutip dari laman watson.brown.edu, menunjukkan jumlah korban tewas sejak Oktober 2001 hingga April 2021 antara 238-241 ribu jiwa. Hal ini terjadi baik di Afganistan maupun Pakistan yang menjadi tempat operasi militer Amerika Serikat dalam memburu Taliban.

    Angka-angka ini tidak termasuk kematian yang disebabkan oleh penyakit, hilangnya akses ke makanan, air, infrastruktur, dan/atau akibat tidak langsung lainnya dari perang.

    Secara rinci, jumlah prajurit AS yang tewas dalam 20 tahun peperangan melawan Taliban sekitar 2.442 jiwa. Adapun korban jiwa di kubu musuh Amerika Serikat mencapai 84.191 orang.

    Jumlah tentara Afganistan dan polisi nasional yang tewas sekitar 66-69 ribu orang. Sedangkan warga sipil Afganistan yang terbunuh sekitar 47.245 orang.

    Temuan ini tidak jauh beda dengan laporan washingtonpost.com yang menyatakan sebanyak 2.352 prajurit AS tewas selama 20 tahun operasi militer. Begitupula dengan laporan dari Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Rekonstruksi Afghanistan atau SIGAR yang menyebut 2.443 prajurit AS gugur.

    Penelitian The Watson Institute juga menunjukkan Amerika Serikat telah menghabiskan US$ 2,26 triliun atau Rp 31.600 triliun (kurs Rp 14 ribu) untuk memerangi Taliban, yang mencakup operasi di Afganistan dan Pakistan.

    Berdasarkan rinciannya, sekitar US$ 933 triliun digunakan oleh Kementerian Pertahanan, US$ 59 triliun untuk Kementerian Luar Negeri, US$ 443 triliun untuk pangkalan perang, US$ 296 triliun untuk perawatan prajurit, dan utang sebesar USS 530 triliun.

    Jumlah tersebut setara dengan membagikan sekitar Rp 116 juta bagi 271 juta penduduk Indonesia.

    Ongkos yang dikeluarkan Amerika untuk memerangi Taliban selama 20 tahun diperkirakan lebih besar. Pasalnya angka tersebut belum termasuk dana untuk perawatan seumur hidup bagi para veteran perang Afganistan ini dan pembayaran bunga di masa depan atas uang yang dipinjam untuk mendanai perang.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca juga:

    20 Tahun Perangi Taliban, Amerika Serikat Habiskan Rp 31 Ribu Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.