Bangkok Zona Perang, Jurnalis Italia Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Wong Maye-E

    AP/Wong Maye-E

    TEMPO Interaktif, Bangkok - Sebagian Bangkok, Thailand, hari ini benar-benar menjadi zona perang yang sengit setelah polisi dan tentara pemerintah merangsek maju membrangus barikade dan menerobos kamp perkemahan yang dibangun demonstran anti pemerintah (UDD).

    Para saksi menyebut beberapa orang demonstran yang tergabung dalam Kaos Merah tertembak di pusat Ibukota. Laporan-laporan juga menyatakan baku tembak telah pecah sejak pagi.

    Polisi Thailand dan seorang pegawai rumah sakit menyatakan hingga siang sedikitnya 5 orang tewas ketika serbuan itu dilancarkan. Para tentara tampak bisa merangsek maju karena berlindung di belakang kendaraan tank.

    Ribuan demonstran masih menolak meninggalkan lokasi area protes di sekitar Ratchaprasong tersebut. “Kami tak akan pergi ke manapun. Kami akan bertahan dan berdoa,” tukas pemimpin Kaos Merah, Kwanchai Praipana. “Kami tak bersenjata, jika kami bersenjata seperti yang dituduhkan tentu kami tidak duduk-duduk di sini.”

    Media-media lokal melaporkan diantara yang tewas adalah seorang jurnalis Italia. Direktur RS Polisi Jongjet Aoajenpong mengatakan reporter Italia itu tertembak di bagian perutnya dan meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

    Sementara itu, seiring situasi yang memanas, empat bank hari ini buru-buru tutup. Bangkok Bank, Krung Thai Bank, Kasikornbank dan Siam Comercial Bank bakal menutup semua cabangnya di Ibukota mulai jam 1 siang ini. Demikian dijelaskan Prasarn Trairatvorakul, Kepala Thai Bankers Association kepada Bangkok Post.

    Prasarn juga menjelaskan penutupan cabang-cabang empat bank komersial utama itu demi keselamatan para nasabah.

    Bangkok Post/ABC/AP/dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.