Rusia Ajak NATO Berparade Militer di Lapangan Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Rusia mengadakan parade militer terbesar sejak runtuhnya Uni Soviet, untuk pertama kalinya mengajak pasukan asing.

    Parade berlangsung di Red Square di ibu kota Moskow, Ahad waktu setempat, untuk memperingati 65 tahun kemenangan atas Nazi Jerman.

    Kehadiran pasukan NATO dalam parade tersebut dimaksudkan sebagai bentuk bersahabatan dengan kekuatan Barat.  Sejumlah pemimpin dunia hadir dalam perayaan spektakuler tersebut, di antaranya Angela Markel dari Jerman, Presiden Cina Hu Jintao, Presiden Bosnia Boris Tadic. Meskipun diundang, PresidenObama tidak hadir. Sekitar 10 ribu pasukan Rusia ambil bagian, sementara 1000 tentara NATO dari Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis turut dalam parade.

    Koresponden Al Jazeera Neave Barker di Moskow mengatakan, "Ini peristiwa yang sangat signifikan tahun ini karena keikutsertaan pasukan NATO." Barker mengatakan, lebih dari 20 juta bangsa Rusia tewas sejak Perang Dunia II meletus.

    Presiden Obama memuji undangan untuk NATO. "Presiden (Dimitry) Medvedev telah menunjukkan kekepemimpinannya yang luas biasa dalam menghormati pengorbanan orang-orang sebelum kami," kata Obama dalam pernyataannya.

    "Kata-katanya mengingatkan kita bahwa kita harus bekerja bersama atas nama dunia dimana hak asasi manusia harus dilindungi," tambahnya.

    Sementara itu Medvedev, Jumat waktu setempat, mengatakan Uni Soviet adalah negeri yang menganut regim "totaliter" dimana hak-hak dasar dan kebebasan ditindas. Semua itu telah diekcam dan ditinggalkan oleh seorang pemimpin Rusia.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.