Mobil yang Diduga Bom Mobil Diamankan di Times Square

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Times Square tampak lengang usai polisi menutup beberapa ruas jalan di New York (2/5. AP/Craig Ruttle

    Times Square tampak lengang usai polisi menutup beberapa ruas jalan di New York (2/5. AP/Craig Ruttle

    TEMPO Interaktif, New York - Polisi menemukan sebuah mobil yang diduga bom mobil di sebuah kawasan untuk merokok fasilitas olahraga di Times Square, Sabtu (1/5) petang waktu setempat. Polisi pun mengisolasi jalan-jalan dari ribuan turis yang memenuhi kawasan itu agar mereka bisa menjinakkan benda yang diduga bom tersebut.

    Sebuah robot polisi berwarna polisi memecahkan jendela Nissan Pathfinder berwarna hitam untuk memindahkan material bahan peledak. Sementara, para polisi yang bersenjata lengkap dan kendaraan darurat menutup jalan-jalan yang terpadat di New York tersebut.

    Menurut juru bicara polisi, Paul Browne, para penyelidik memindahkan material untuk membuat bom termasuk tangki metan, bubuk bahan peledak, dan alat pengukur waktu.

    "Ada elemen-elemen bahan peledak termasuk bubuk, bensin, metan dan sejenis kabel yang tersambung dengan sebuah jam," ujar Browne, Ahad dini hari waktu setempat. "Kami belum menemukan motifnya."

    Seorang polisi melihat asap dari kendaraan SUV tersebut sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Ia pun mengevakuasi jalan-jalan yang disebut sebagai 'Persimpangan Dunia" tersebut. Kawasan ini ditutup hingga lebih dari tujuh jam.

    Polisi sedang meneliti laporan yang menyebutkan seseorang terlihat berlari dari mobil tersebut. Polisi pun tengah meneliti rekaman video keamanan. Menurut Browne, plat nomor mobil tersebut tidak sesuai dengan pendaftaran mobil itu.

    Beberapa turis mengaku mendengar ledakan kecil beberapa jam setelah mobil tersebut dilokalisasi.

    AP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.